Masih Ragu Untuk Memberikan ASI? Sobat Bidan Perlu Tahu 5 Manfaat Menyusui Bagi Ibu

Siang, Sobat Bidan!

Setelah kemarin kita membahas tentang manfaat pemberian ASI bagi si kecil, sekarang kita akan membahas apa saja manfaat memberikan ASI bagi ibu. Lho, memangnya ada? Yang sering beredar bukannya hanya banyak ruginya buat ibu, ya?

Misalnya saja, menyusui membuat bentuk payudara menjadi kendur dan tidak bagus, berat badan akan bertambah pesat, dan mammae yang akan terasa sakit karena isapan si kecil atau cara menyusui yang tidak benar. Rumor-rumor tersebut tidak sepenuhnya benar, ya, Sobat Bidan. Memberikan ASI pada si kecil justeru banyak sekali manfaatnya bagi ibu.

Apa saja itu? Berikut beberapa di antaranya :

1. Membantu kontraksi rahim

Yup, manfaat pemberian ASI bagi ibu yang pertama adalah untuk membantu pemulihan diri pasca melahirkan. Setelah usai melahirkan si kecil, dalam beberapa hari pertama uterus atau rahim akan berkontraksi untuk kembali ke ukuran semula, seperti sebelum ada janin di dalamnya. 

Nah, dengan ibu memberikan ASI, kontraksi rahim akan berjalan lebih baik ketimbang pada ibu yang tidak menyusui. Kenapa? Ini disebabkan karena hisapan bayi pada puting susu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormon oksitosin inilah yang berfungsi untuk memperbagus kontraksi uterus. 


Selain rangsangan dengan hisapan puting, petugas kesehatan biasanya akan menganjurkan keluarga untuk mengelus-elus perut ibu. Hal itu juga bagus untuk merangsang rahim supaya berkontraksi. Memangnya apa yang akan terjadi bila rahim tidak berkontraksi pasca melahirkan? Jika rahim berhenti berkontraksi atau terganggu oleh sesuatu yang masih tersisa di dalamnya (mungkin sisa plasenta), maka akan terjadilah perdarahan post-partum. 

Inilah sebabnya mengapa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sangat penting diterapkan setelah persalinan. 

2. Sebagai kontrasepsi alami

Sobat Bidan belum ber-KB pasca melahirkan? Hal itu tidak perlu dikuatirkan apabila Sobat Bidan menyusui. Ya, memberikan ASI pada si kecil juga merupakan salah satu metode kontrasepsi alami. Ini biasa disebut dengan MAL (Metode Amenorhae Laktasi). Lho, kok bisa? Bagaimana cara kerjanya?

Hisapan puting oleh bayi selain menghasilkan hormon oksitosin seperti yang sudah disebutkan di atas, juga akan menghasilkan hormon prolaktin. Nah, bila hormon prolaktin ini melimpah, maka dia akan menekan hormon estrogen dalam tubuh. Hormon estrogen merupakan hormon pemicu yang sangat diperlukan untuk ovulasi (proses keluarnya sel telur ke tuba falopii dan siap untuk dibuahi).

Apabila kadar estrogen dalam tubuh ini ditekan sehingga jumlahnya sedikit, maka proses ovulasi pun akan terhambat atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Nah, tanpa adanya ovulasi, secara otomatis tidak akan terjadi konsepsi (pembuahan). 

Namun, sebagai catatan, metode MAL ini biasanya hanya efektif pada enam bulan pertama saat ibu memberikan ASI eksklusif. Karena pada saat ini produksi dan konsumsi ASI oleh bayi sedang tinggi-tingginya. Setelah lebih dari enam bulan dan bayi sudah mendapat MPASI, alangkah baiknya jika Sobat Bidan ber-KB untuk mengatur jarak kelahiran. 

Bagaimana, bisa dipahami, kan, Sobat Bidan?

3. Menurunkan berat badan

Benarkah menyusui bisa menurunkan berat badan? Logikanya, saat menyusui berat badan justeru akan bertambah karena Sobat Bidan dituntut untuk memenuhi asupan gizi lebih banyak dari biasanya. Porsi makan bagi ibu menyusui adalah sekitar lima kali per hari, bisa dibagi dalam tiga kali makan dan dua selingan camilan di sela-sela makan besar. Untuk cairan, busui membutuhkan sekitar 2-3 liter cairan per harinya.
Lalu, bagaimana berat badan bisa turun?

Menurut penelitian dari American Jurnal Of Clinical Nutrition, menyusui eksklusif selama enam bulan akan membantu menurunkan berat badan yang diperoleh selama kehamilan. Hal ini tentunya tergantung dari beberapa faktor, seperti berapa tambahan berat badan saat hamil, pola makan, pola istirahat, dan olahraga. Bukan diet ya, Sobat Bidan. Asupan gizi selama menyusui harus terpenuhi.

Bagaimana mekanismenya? Jadi, menyusui juga merupakan kegiatan yang membakar kalori, lho. Kalori yang sudah masuk ke tubuh dapat terbakar sekitar 300-500 kalori per harinya saat Sobat Bidan menyusui si kecil. Jika Sobat Bidan mengkonsumsi kalori sesuai anjuran dan takaran, maka berat badan Sobat Bidan bisa turun 0,5 kilogram antara rentang waktu satu sampai dua minggu.

Hitung saja berapa kilogram berat badan yang akan terhempas cantik jika Sobat Bidan melakukannya selama enam bulan. Hebat sekali, kan?

4. Menghemat anggaran 

Yang ini jelas sangat kelihatan sekali pengaruhnya, ya, Sobat Bidan. ASI adalah anugerah Tuhan yang murah dan mudah. Dengan kontinyu memberikan ASI, Sobat Bidan tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membeli susu formula. Seperti yang kita tahu, harga susu formula memang beragam, tapi tetap saja itu akan berpengaruh pada neraca keuangan keluarga, kan?

Bila sudah disediakan ASI yang jelas Sobat Bidan punyai tanpa perlu merogoh saku lagi, kenapa tidak memanfaatkannya?

5. Meningkatkan jalinan kasih sayang

Seperti yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya, memberikan ASI akan berpengaruh besar dalam meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi. Hal inilah yang tidak boleh Sobat Bidan lewatkan. 

"Menjadi ibu merupakan kebahagiaan tak terkira, dan menjalin kontak setiap saat dengan si kecil mungkin saja adalah bahagia di atas bahagia. Momen ini tidak akan terulangi, Sobat Bidan."

Nah, itulah kelima manfaat pemberian ASI bagi ibu. Bagaimana, sudah mantap untuk menjadi pejuang ASI, kan, Sobat Bidan? ASI adalah awal kehidupan yang baik, jangan disia-siakan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu


(Apabila ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).


Pic by : Pixabay.com

No comments:

Post a Comment