Search This Blog

Sudah Minum Pil KB Masih Kebobolan? Ini lho, Macam-Macam Penyebabnya!

/ June 17, 2019
Minum pil Kb masih kebobolan? Hmm, ini penyebabnya, Buibu!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah minum pil KB bisa kebobolan, kenapa ya? Nah, adakah di antara Sobat Bidan yang pernah menjumpai hal serupa atau bahkan mengalaminya sendiri? Pil KB memang sebuah kontrasepsi yang tingkat kebobolannya bisa dibilang lebih tinggi jika dibandingkan kontrasepsi jangka panjang.

Tapi, sebenarnya kalau Buibu mematuhi tata cara minum pil ini dengan benar, risiko kebobolan juga akan bisa diminimalisir. Ternyata, ada beberapa faktor penyebab kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan, lho! 

Simak postingan ini sampai selesai ya, Buibu!

Kesalahan Teknis

Yang pertama dan menjadi penyebab paling sering dari kebobolan KB pil ini ada dalam masalah teknis alias tata cara minumnya. Hayo, siapa yang suka minum pil KB sesuka hati? Buibu, sudah ada aturan tersendiri untuk minum pil ini, yaitu harus rutin setiap hari di jam yang sama.

Kalau aturan itu dilanggar terus, ya risiko kebobolan tentu akan semakin tinggi. Biasanya, Buibu beralasan dengan siklus haid yang tidak teratur, jadi minum pil KB semaunya saja mengandalkan siklus haidnya. 

Medicine, Pills, Blood Pressure, Hypertension, Capsule
Kesalahan teknis yang umum
Ada juga yang punya pikiran bahwa pil KB ini cukup diminum ketika akan berhubungan intim saja. Nah lho, kalau testpack sudah bergaris dua, baru deh, protes ke Bu Bidan. Pusing, kan?

Tata cara minum pil KB yang benar, baca di sini, ya!

Mengkonsumsi Obat Lain

Mungkin Buibu masih belum menyadari hal yang satu ini. Tapi, minum pil KB dibarengi minum obat lain dalam waktu yang bersamaan bisa menjadi penyebab kebobolan. Kenapa, kok bisa begitu?

Karena, dua jenis obat yang diminum dalam waktu yang sama nantinya akan berinteraksi. Ini berlaku bagi obat apa saja, ya, Buibu. Apa lagi pil KB yang punya misi khusus, tentu kinerjanya jadi akan terganggu karena kinerja obat lain tersebut.

Kalau lagi sakit bagaimana, Bu Bidan, kan harus minum obat lain juga? Nah, ada baiknya Buibu mengkonsultasikan pada dokter bahwasanya Buibu sedang ber-KB pil. Biasanya, antibiotik lah yang paling berpengaruh pada kinerja pil KB ini.

Girl, Woman, People, Holding, Yogurt, Yoghurt, Fit
Makanan dan obat lain bisa pengaruhi pil KB
Pastikan juga Buibu tidak mengkonsumsi pil KB dan obat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Misal minum obatnya 3 kali sehari, ambil jeda waktu di antara itu untuk minum pil KB. Atau bisa juga minum obatnya yang disesuaikan dengan jadwal minum pil KB.

Perubahan Suhu Penyimpanan

Yang satu ini juga bisa menjadi salah satu penyebab ketika sudah minum pil KB bisa kebobolan. Suhu yang tepat untuk penyimpanan pil ini ada dalam suhu kamar yakni sekitar 25 derajat celsius ya, Buibu.

Ada pun perubahan suhu yang ekstrem bisa membuat khasiat pil KB menjadi menurun bahkan tidak aktif. Misalnya saja, Buibu baru menaruh pil KB di mobil atau motor yang cenderung panas. Kemudian, Buibu masuk ke ruangan ber-AC untuk waktu yang lumayan lama (tentu sambil bawa pil KB-nya, ya). 

Nah, perubahan suhu yang begini ini yang menjadikan khasiat pil jadi berubah. 

Makanan Tertentu

Tidak hanya faktor di atas, rupanya ada juga makanan yang bisa mengubah khasiat dari pil KB ini. Makanan-makanan tersebut adalah makanan yang berpengaruh pada hormon tubuh.

Apa saja, sih? Yoghurt, ubi, kacang kedelai, dan licorice contohnya. Tapi, asalkan Buibu tidak makan makanan tersebut secara berlebihan, risiko kebobolan tidak akan terlalu mengancam, kok!

Rokok

Non Smoking, Cigarette Box, Cigarettes, Hands, Reject
Jangan merokok!
Dilihat dari mana saja, yang satu ini memang tidak ada baiknya, ya. Buibu yang punya kebiasaan merokok dan ber-KB pil, bisa dibilang sia-sia saja dan malah cenderung membahayakan.

Nikotin yang ada dalam rokok ketika bertemu dengan kandungan pil KB, bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, khasiat dari pil KB juga akan sama sekali tidak berfungsi jika kebiasaan merokok ini tidak dihentikan.

Sudah ketemu jawabannya belum, kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan? Yuk, segera perbaiki lagi tata cara minum pil KB-nya supaya tidak ada lagi yang mengeluh kebobobolan karena pil KB.

Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,


Minum pil Kb masih kebobolan? Hmm, ini penyebabnya, Buibu!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah minum pil KB bisa kebobolan, kenapa ya? Nah, adakah di antara Sobat Bidan yang pernah menjumpai hal serupa atau bahkan mengalaminya sendiri? Pil KB memang sebuah kontrasepsi yang tingkat kebobolannya bisa dibilang lebih tinggi jika dibandingkan kontrasepsi jangka panjang.

Tapi, sebenarnya kalau Buibu mematuhi tata cara minum pil ini dengan benar, risiko kebobolan juga akan bisa diminimalisir. Ternyata, ada beberapa faktor penyebab kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan, lho! 

Simak postingan ini sampai selesai ya, Buibu!

Kesalahan Teknis

Yang pertama dan menjadi penyebab paling sering dari kebobolan KB pil ini ada dalam masalah teknis alias tata cara minumnya. Hayo, siapa yang suka minum pil KB sesuka hati? Buibu, sudah ada aturan tersendiri untuk minum pil ini, yaitu harus rutin setiap hari di jam yang sama.

Kalau aturan itu dilanggar terus, ya risiko kebobolan tentu akan semakin tinggi. Biasanya, Buibu beralasan dengan siklus haid yang tidak teratur, jadi minum pil KB semaunya saja mengandalkan siklus haidnya. 

Medicine, Pills, Blood Pressure, Hypertension, Capsule
Kesalahan teknis yang umum
Ada juga yang punya pikiran bahwa pil KB ini cukup diminum ketika akan berhubungan intim saja. Nah lho, kalau testpack sudah bergaris dua, baru deh, protes ke Bu Bidan. Pusing, kan?

Tata cara minum pil KB yang benar, baca di sini, ya!

Mengkonsumsi Obat Lain

Mungkin Buibu masih belum menyadari hal yang satu ini. Tapi, minum pil KB dibarengi minum obat lain dalam waktu yang bersamaan bisa menjadi penyebab kebobolan. Kenapa, kok bisa begitu?

Karena, dua jenis obat yang diminum dalam waktu yang sama nantinya akan berinteraksi. Ini berlaku bagi obat apa saja, ya, Buibu. Apa lagi pil KB yang punya misi khusus, tentu kinerjanya jadi akan terganggu karena kinerja obat lain tersebut.

Kalau lagi sakit bagaimana, Bu Bidan, kan harus minum obat lain juga? Nah, ada baiknya Buibu mengkonsultasikan pada dokter bahwasanya Buibu sedang ber-KB pil. Biasanya, antibiotik lah yang paling berpengaruh pada kinerja pil KB ini.

Girl, Woman, People, Holding, Yogurt, Yoghurt, Fit
Makanan dan obat lain bisa pengaruhi pil KB
Pastikan juga Buibu tidak mengkonsumsi pil KB dan obat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Misal minum obatnya 3 kali sehari, ambil jeda waktu di antara itu untuk minum pil KB. Atau bisa juga minum obatnya yang disesuaikan dengan jadwal minum pil KB.

Perubahan Suhu Penyimpanan

Yang satu ini juga bisa menjadi salah satu penyebab ketika sudah minum pil KB bisa kebobolan. Suhu yang tepat untuk penyimpanan pil ini ada dalam suhu kamar yakni sekitar 25 derajat celsius ya, Buibu.

Ada pun perubahan suhu yang ekstrem bisa membuat khasiat pil KB menjadi menurun bahkan tidak aktif. Misalnya saja, Buibu baru menaruh pil KB di mobil atau motor yang cenderung panas. Kemudian, Buibu masuk ke ruangan ber-AC untuk waktu yang lumayan lama (tentu sambil bawa pil KB-nya, ya). 

Nah, perubahan suhu yang begini ini yang menjadikan khasiat pil jadi berubah. 

Makanan Tertentu

Tidak hanya faktor di atas, rupanya ada juga makanan yang bisa mengubah khasiat dari pil KB ini. Makanan-makanan tersebut adalah makanan yang berpengaruh pada hormon tubuh.

Apa saja, sih? Yoghurt, ubi, kacang kedelai, dan licorice contohnya. Tapi, asalkan Buibu tidak makan makanan tersebut secara berlebihan, risiko kebobolan tidak akan terlalu mengancam, kok!

Rokok

Non Smoking, Cigarette Box, Cigarettes, Hands, Reject
Jangan merokok!
Dilihat dari mana saja, yang satu ini memang tidak ada baiknya, ya. Buibu yang punya kebiasaan merokok dan ber-KB pil, bisa dibilang sia-sia saja dan malah cenderung membahayakan.

Nikotin yang ada dalam rokok ketika bertemu dengan kandungan pil KB, bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, khasiat dari pil KB juga akan sama sekali tidak berfungsi jika kebiasaan merokok ini tidak dihentikan.

Sudah ketemu jawabannya belum, kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan? Yuk, segera perbaiki lagi tata cara minum pil KB-nya supaya tidak ada lagi yang mengeluh kebobobolan karena pil KB.

Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,


Continue Reading
Penyebab ruam popok pada bayi ternyata bermacam-macam. Begini penanganannya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ruam popok pada si kecil memang menjadi masalah yang membuat was-was ya, Sobat Bidan. Tetap tenang, hal ini bisa diatasi sendiri sebelum si kecil dibawa ke dokter. Nah, sebelum itu, ketahui dulu apa sih, penyebab ruam popok pada bayi ini?

Terus penanganannya bagaimana Bu Bidan? Sabar, pertanyaan itu akan terjawab, kok! Tetap kepoin postingan ini sampai selesai, ya!

Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

Ternyata oh ternyata, banyak sekali penyebab ruam popok pada si kecil. Berikut beberapa di antaranya :

Popok Sudah Lembap

Meski cuaca sedang tidak menentu begini, jangan pelit untuk mengganti popok bayi ya, Buibu. Apa lagi jika popoknya sudah lembap. Ini akan meningkatkan risiko terjadinya ruam popok. Air pipis bayi yang bercampur dengan pup-nya, akan menyebabkan infeksi bakteri yang nantinya mengiritasi kulit bayi. Inilah yang menyebabkan ruam.

Popok yang Terlalu Ketat

Ini juga tidak baik karena bisa mengakibatkan gesekan di kulit bayi. Kalau sudah begini, iritasi pun akan terjadi. Setelah itu, kulit bayi akan lecet dan menyebabkan terjadinya ruam. Kulit bayi 'kan masih sangat lembut, jadi tergesek sedikit saja akan lecet, Buibu.

Baby, Newborn, Newborn Baby, Cute, Infant, Child
Hindari popok yang ketat

Faktor Makanan 

Ruam bisa juga disebabkan karena faktor makanan. Misalnya saja, si kecil yang sudah diberi MPASI makan buah-buahan asam. Buah jenis ini bisa memengaruhi tekstur pup bayi dan mudah mengiritasi kulit. Ini juga akan berujung pada ruam. Kalau bayi belum diberi MPASI, bisa saja karena makanan yang ibu makan.

Produk Bayi

Penyebab ruam lainnya adalah iritasi terhadap produk bayi. Pastikan membeli produk seperti sabun mandi, bedak, tisu basah, atau minyak telon yang ramah untuk kulit si kecil, ya.

Mengonsumsi Antibiotik

Sifat antibiotik adalah membunuh semua bakteri tanpa pandang bulu, baik bakteri jahat atau bakteri baik. Saat mengonsumsi ini, bakteri kulit yang baik yang bisa mencegah tumbuhnya jamur, akan ikut mati. Bayi jadi mengalami ruam. Begitu pula saat ibu yangs sedang menyusui mengonsumsi antibiotik ini. Bayi akan lebih rentan terkena ruam.

Penanganan Ruam Pada Bayi

Baby, Sleep, Small, Infant, Son, Little, Sleepy
Angin-anginkan bayi
Setelah mengetahui penyebabnya, Buibu harus tahu juga bagaimana penanganan paling tepat untuk ruam popok ini.
  • Pertama, cucilah tangan sampai bersih dengan air mengalir dan sabun sebelum mengganti popok bayi
  • Jangan tunggu sampai popok penuh atau terlalu basah, segera ganti jika sudah lembap dan terkena pup si kecil
  • Area yang tertutup popok, bersihkan dulu dengan air bersih. Menggunakan sabun bayi juga dibolehkan untuk membersihkan kulit bayi setelah selesai pup. Apabila ingin menggunakan tisu basah, maka pastikan bebas alkohol dan parfum
  • Keringkan lebih dulu area yang akan ditutup dengan popok, dengan handuk yang lembut
  • Setelah itu, oleskanlah salep atau krim untuk ruam yang mengandung zinc oxide di area yang ruam. Krim ini bisa Buibu beli meski tanpa resep dokter atau bidan
  • Tunggulah sampai salep tersebut kering, baru bayi boleh dipakaikan popok
Hal-hal yang perlu Buibu lakukan untuk mempercepat penyembuhan ruam popok, antara lain :
  • Jangan menggosok kulit si kecil yang lecet
  • Hentikan pemakaian popok untuk sementara. Angin-anginkan daerah yang terkena ruam akan mempercepat penyembuhan
  • Gunakan popok dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya
  • Jika antara 2-3 hari belum juga sembuh, maka segeralah bawa ke dokter
Nah, itu dia beberapa penyebab ruam popok pada bayi dan cara penanganannya. Bagaimana, Buibu? Semoga sedikit mencerahkan, ya! Sehat-sehat selalu dan nikmati momen hangat bersama si kecil!

Salam sayang,


Pantangan masa nifas pasca caesar, banyak makanan favorit yang harus rela Buibu tahan!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Pantangan masa nifas pasca caesar itu memang ada, lho! Di antaranya adalah pantangan makanan. Lho, katanya pas menyusui boleh makan apa saja? Kok sekarang dilarang sih, Bu Bidan? 

Nah, meski boleh makan apa saja, ada beberapa makanan yang memang seharusnya tidak dikonsumsi oleh ibu pasca bersalin caesar. Ini disebabkan, makanan tersebut memang bisa membuat luka operasi lama pulihnya. Apa saja dan kenapa sih, kok gak boleh? Simak postingan ini sampai selesai, dong!

Minimalisir Gorengan

Pernah lihat petugas RS membawakan menu gorengan dalam makanan pasien pasca caesar? Tentu tidak, kan?

Waduh, ternyata menu favorit orang Indonesia ini adalah salah satu pantangan masa nifas pasca caesar. Kenapa? Karena gorengan adalah makanan yang sulit dicerna, apa lagi di hari-hari awal pasca melahirkan.

Nantinya, ibu bisa merasakan sensasi tenggorokan sakit atau terbakar, juga perut kembung. Apa lagi kalau gorengannya hasil jajan di pinggir jalan, duh! Semakin tidak karuan saja itu hasilnya. Ini akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh dan memperlambat proses pemulihan ibu nifas. 


Jadi, gantilah goreng-gorengan ini dengan menu kukus atau rebusan, ya!


Kurangi yang Manis-manis

Pancake, Schaumomelette, Omelette, Sugar, Sweet
Kurangi makanan manis
Makanan manis dan bergula tentunya boleh dikonsumsi pasca melahirkan ya, tapi dengan catatan secukupnya saja. Jangan sampai berlebihan mengkonsumsi manis karena ini bisa membuat gula darah ibu menjadi tinggi.

Kalau sudah begini, luka bekas operasi caesar justru akan sulit kering. Termasuk dalam hal ini adalah nasi. Memang sih, menu ideal untuk ibu nifas apa lagi yang menyusui adalah makan sampai 7 porsi. Namun, ini juga harus diiringi aktivitas menyusui yang on demand sehingga terbakar kalorinya.

Kalau tidak, ibu bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah yang kadar gulanya lebih sedikit. Karena kadar gula di nasi putih lebih banyak dan lebih manis.

Kurangi Makan Pedas dan Santan
Spaghetti, Pasta, Noodles, Food, Eat, Cook, Plate
Hindari makanan pedas
Ibu hobi makan pedas? Saya juga, haha. Tapi, pasca melahirkan sebaiknya hindari dulu makan pedas secara berlebihan. Ini bisa memicu kembung, bahkan diare. Kalau sudah diare, ibu jadi harus lebih sering mengejan. Mengejan sendiri adalah aktivitas yang sebaiknya dikurangi dalam masa nifas untuk proses pemulihan.

Makanan bersantan juga bisa membuat ibu kembung dan berpengaruh pada komposisi ASI. Bisa-bisa, si kecil jadi ikut kembung bahkan diare. Jadi, sebaiknya hindari dulu makanan pedas dan bersantan ini, ya!

Hindari Sayuran Pemicu Gas
Beberapa sayuran seperti brokoli, kubis, dan  kembang kol sebaiknya dihindari. Sayuran ini bisa memicu gas yang akan membuat perut jadi tidak nyaman. Bisa juga menimbulkan nyeri pada bagian bekas operasi. 

Eat, Salad, Cucumbers, Food, Tomatoes, Mixed, Water
Sayur pemicu gas
Hindari Minuman Berkafein

Kopi dan teh sebaiknya dihindari dulu pasca operasi caesar. Boleh sih, tapi secukupnya saja, ya. Ini berhubungan dengan kandungan diuretik pada kafein yang akan membuat ibu jadi sering pipis. Selain itu, minuman berkafein juga bisa menyebabkan bayi kembung.

Kurangi Makanan Pemicu Sembelit

Ya, makanan yang bisa menyebabkan sembelit memang harus dikurangi. Karena, apabila ibu harus mengejan tersebab sembelit ini, bisa-bisa menimbulkan nyeri pada daerah bekas operasi. Perut ibu pun jadi akan terasa tidak nyaman.

Hindari Minuman yang Memicu Batuk

Selain karena faktor kesehatan yang harus diperhatikan saat menyusui ini, batuk juga bisa membuat perut ibu menjadi tegang. Ini akan berpengaruh pada luka bekas operasi ibu. Karena itu, hindarilah minuman berpengawet, berwarna, dan yang mengandung pemanis buatan untuk menjaga kesehatan. 

Jangan sampai batuk pilek menyerang karena di masa ini sebaiknya ibu menghindari obat. Alangkah baiknya jika diganti dengan jus buah dan minuman sehat lainnya, ya.

Itulah beberapa pantangan masa nifas pasca caesar yang harus ibu hindari. Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,




Cara induksi alami rupanya bisa dilakukan dengan mudah. 

Selamat siang, Sobat Bidan!


Cara induksi alami-Menjalani proses persalinan dengan lancar tentu menjadi keinginan setiap wanita ya, Sobat Bidan. Namun, hal ini sering terhambat karena beberapa gangguan. Akibatnya, untuk memperlancar proses persalinan ini dilakukanlah induksi.


Wah, nampaknya sudah menjadi rahasia umum ya, kalau induksi itu rasanya sakit bukan main. Kontraksi akan berlangsung terus menerus karena memang telah ditambahkan hormon oksitosin ke dalam tubuh melalui proses induksi ini. Hormon oksitosin sendiri merupakan hormon yang merangsang terjadinya kontraksi.



Sebenarnya, ada beberapa cara alami untuk melakukan induksi. Rasa sakitnya tentu jauh berbeda, namun hasilnya sama, yakni untuk memperlancar proses bersalin. Bagaimana cara induksi alami itu? Simak postingan ini sampai selesai, ya!


Lakukanlah Olahraga Ringan

Nah, yang satu ini tak hanya bisa meredakan stres atau menyingkirkan kecemasan menjelang persalinan. Nyatanya, olahraga ringan bisa menjadi salah satu cara induksi alami. Tidak perlu jauh-jauh, bisa dengan jalan-jalan berkeliling rumah sakit, atau naik turun tangga rumah sakit. 

Ini bisa mempercepat proses penurunan kepala janin dan pembukaan persalinan. Tentu, dengan catatan ibu masih kuat berjalan-jalan, ya, biasanya di pembukaan 1 sampai 4.

Aktivitas Intim

Berhubungan seks bagus untuk merangsang kontraksi
Cara yang satu ini menjadi salah satu hal yang efektif untuk induksi alami. Di masa-masa jelang HPL, memang dianjurkan bagi ibu untuk lebih sering berhubungan intim. Ini merupakan induksi alami, karena dengan berhubungan intim tubuh akan merasa nyaman, rileks, dan tenang. 

Hormon oksitosin pun akan dikeluarkan dari tubuh sehingga akan memperlancar kontraksi. Namun, perlu dicatat ya, aktivitas ini tidak diperbolehkan bagi ibu yang kantung ketubannya sudah pecah karena justru akan berbahaya.

Lakukan Stimulasi Puting

Selanjutnya, pada fase persalinan kala I, lakukanlah stimulasi puting. Ini bagus untuk merangsang keluarnya ASI dan hormon oksitosin di dalam tubuh. Tentu, hal ini akan memperlancar proses persalinan dan kontraksi ibu. Cara stimulasi puting ini bisa menggunakan jari seperti biasa, ataupun pompa ASI manual dan elektrik.

Akupuntur dan Akupresure

Kedua cara ini juga dinilai efektif sebagai induksi alami. Akupuntur bisa melepaskan hormon oksitosin di dalam tubuh dan akan memperlancar proses pembukaan. Sementara, akupresure bisa meringankan nyeri dalam proses bersalin. Namun, melakukan ini tentu harus dengan bantuan para ahli, ya, jangan sembarangan.

Sering-sering Makan Kurma

Kurma mengandung magnesium, kalium dan mangan. Dalam sebuah penelitian, buah ini sangat efektif untuk memperlancar proses bersalin. Terbukti, ibu hamil yang mengonsumsi 6 buah kurma per hari selama 4 minggu mengalami pembukaan yang lebih lancar. Mendekati HPL, sering-seringlah makan kurma karena buah ini juga mengandung kadar oksitosin yang tinggi. 

Minumlah Teh Hangat

Minum teh bisa tingkatkan kontraksi
Teh dari daun raspberi disarankan bagi wanita yang akan bersalin. Hmm, cukup sulit ditemukan di Indonesia, ya. Kalau begitu, minumlah teh apa saja. Sensasi hangat dan antioksidan yang terkandung di dalamnya akan membuat ibu lebih rileks dan lega. Jika pikiran ibu tenang dan tidak cemas, maka proses persalinan akan semakin lancar.

Itu dia beberapa cara induksi alami yang bisa dicoba. Semoga persalinannya lancar ya, Sobat Bidan!

Salam sayang,



Pekerjaan rumah yang berat tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. 

kehamilan muda yang sehat

Selamat siang, Sobat Bidan!

Kehamilan muda yang sehat tentu menjadi keinginan setiap wanita, ya. Apa lagi, kehamilan muda memang waktu yang rentan terhadap berbagai masalah kehamilan. Karena di usia kandungan yang masih muda ini memang tubuh kita sedang beradaptasi dengan perubahan, jadi efeknya tentu akan berpengaruh.

Nah, ada lho, beberapa hal di rumah yang perlu Sobat Bidan hindari demi kehamilan muda yang sehat. Apa sajakah itu? Simak postingan berikut sampai selesai, ya!

Mengangkat Barang Berat

Aduh, jangan sesekali mengangkat barang-barang berat saat suami sedang tidak di rumah. Bersabarlah sampai suami pulang, Sobat Bidan. Mengangkat barang yang berat seperti cucian basah seember besar, tabung gas, apa lagi galon, sangat dilarang bagi wanita yang sedang hamil muda. 

Hal ini bisa menyebabkan cidera punggung pada wanita hamil. Parahnya lagi, bahkan bisa menyebabkan kontraksi yang berujung pada ancaman keguguran. Diperhatikan betul, ya!

Mengepel Lantai

Terus siapa dong, yang harus ngepel kalau bukan kita para istri? Pasti itu bukan, yang ada di benak Sobat Bidan semua? Ya, mengepel lantai memang boleh-boleh saja, tapi pastikan melakukannya dengan hati-hati atau akan lebih baik jika dihindari. 

Pasalnya, gerakan mengepel dapat memberikan tekanan pada janin dan menjadikan kehamilan lebih berisiko. Selain itu, peradangan saraf juga dapat terjadi, bahkan linu pada pinggul. Lantai yang basah juga jadi perhatian tersendiri karena cenderung licin dan salah-salah menyebabkan tergelincir.

Jangan ngepel dulu!
Mengecat Tembok Atau yang Lainnya

Sobat Bidan punya hobi yang agak beda dari wanita pada umumnya, seperti mengecat tembok? Bila menjelang hari raya begini dan tembok perlu dicat ulang sementara sedang hamil muda, tahan dulu, ya. Serahkan saja urusan mengecat tadi pada suami.

Kandungan obat kimia di dalam cat atau pelitur tidak baik untuk seorang wanita hamil. Saat mengecat, tentunya Sobat Bidan harus sangat dekat dengan objek dan menghirup bau cat tersebut. Hal ini bisa membahayakan janin dalam kandungan bila menghirup bahan kimia itu terlalu lama.

Hindari Pekerjaan Kotor

Punya hewan peliharaan di rumah yang mengharuskan Sobat Bidan membersihkan kandangnya tiap pagi? Selama hamil muda, lebih baik hindari dulu pekerjaan ini. Hal itu erat kaitannya dengan bakteri tokso yang ada di kotoran burung, kucing, atau anjing. 

Jika seorang wanita hamil terinfeksi tokso, maka risikonya beragam, mulai dari yang ringan sampai berat. Cacat pada otak dan mata janin dapat terjadi karena infeksi ini, keguguran, bahkan kematian. Begitu pula saat membersihkan sampah, berhati-hati dan hindarilah kalau perlu.

Berdiri Terlalu Lama

Jangan berdiri terlalu lama
Pekerjaan apa di rumah yang menuntut Sobat Bidan untuk berdiri terlalu lama? Memasak, menjemur baju, dan masih banyak lagi, ya. Hal ini tidak baik bagi ibu hamil karena akan memberikan penekanan pada punggung dan kaki. Varises bisa ada di mana-mana bila ibu hamil sering melakukan hal ini. Jika memang mengharuskan posisi berdiri, maka selingilah dengan duduk tiap berapa menit sekali. Mengulek atau memotong bumbu bisa dilakukan dengan duduk, bukan?

Itu dia Sobat Bidan, beberapa hal di rumah yang harus dihindari saat hamil muda. Menjaga kehamilan muda yang sehat sebenarnya simpel saja, ya. Tentunya, hal ini juga butuh kerja sama yang baik dengan suami. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,



Tidur tanpa memakai celana dalam katanya lebih sehat, ini faktanya!

tidur tanpa memakai celana dalam

Selamat siang, Sobat Bidan!

Pernahkah Sobat Bidan mendengar rumor atau selentingan yang mengatakan tentang hal ini? Tidur tanpa memakai celana dalam lebih sehat untuk miss v. Pasti pernah, ya? Sebenarnya itu cuma rumor atau memang benar ada manfaatnya bagi kesehatan? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Manfaat Tidur Tanpa Memakai CD

Tidur tanpa memakai CD memang punya manfaat tersendiri, khususnya bagi lelaki. Hal itu bagus untuk tetap menjaga kesehatan organ vital dan kesuburan. Namun, bagi wanita ternyata tidak sama. Beberapa pakar di bidang kesehatan berujar bahwa tidur tanpa celana dalam tidak akan berpengaruh bagi wanita. Artinya, hal tersebut tidak akan memberi efek apa-apa pada miss v.

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa tidur dengan mengenakan celana dalam berbahaya bagi area kewanitaan wanita. Hal ini mengungkapkan bahwa selentingan tersebut hanyalah mitos semata dan tidak benar faktanya. 

Hanya mitos
Namun begitu, para pakar juga tetap menganjurkan wanita untuk memakai celana dalam yang bersih dan kering saat tidur. Selain itu, bahan celana dalam haruslah yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat karena akan menimbulkan lembap. Dengan memakai celana dalam yang nyaman dan sesuai anjuran kesehatan saat tidur, maka area kewanitaan pun tetap terjaga kelembapannya dan bisa bernapas dengan baik. 

Ada pun jika memilih untuk tidur tanpa mengenakan CD, hal ini juga tidak masalah bagi wanita. Tidur tanpa CD tidak akan menyebabkan infeksi jamur candida albicans atau vaginitis (peradangan vagina). Kadar kelembapan miss v juga tidak akan berpengaruh, dan area kewanitaan justru akan terasa lebih lapang bernapas.

Jadi, bebas bagi wanita untuk tidur dengan atau tanpa mengenakan CD. Asal hal tersebut membuat nyaman, lakukan saja, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Keuntungan metode KB jangka panjang sangat banyak, ayo ber-KB!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Metode KB jangka panjang-Mungkin ada sebagian wanita yang bingung dalam memilih KB, ya. Memang, metode KB yang bermacam-macam kadang sering membuat kita bingung memilih yang mana. Selain itu, adanya sugesti dan cerita dari teman-teman akan mempengaruhi kita dalam memilih kontrasepsi.

Seperti yang diketahui, metode KB ada dua, yakni metode KB jangka panjang dan pendek. Nah, di postingan ini kita akan membahas tentang keuntungan menggunakan metode jangka panjang.

Perbedaan KB Jangka Panjang dan Pendek

Perbedaan mendasar dari kedua metode ini ada pada waktu penggunaannya. KB jangka panjang adalah Kb yang digunakan untuk waktu yang lama, misalnya IUD dan implan. Tanpa perlu bolak-balik untuk ber-KB, sekali pasang saja KB ini bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Sedang metode jangka pendek misalnya Kb pil dan suntik, yang daya tahannya hanya untuk waktu yang pendek saja. Tentu kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Berikut beberapa keuntungan jika ibu memilih metode KB jangka panjang.

Angka Kegagalan yang Lebih Rendah

Salah satu keuntungan dari metode jangka panjang adalah tingkat kegagalannya yang rendah. Secara logika, ini disebabkan karena keteraturan jadwal. Penyebab gagal KB atau kebobolan terbesar adalah karena kurang disiplinnya pengguna KB. Dan ini biasa terjadi pada metode jangka pendek seperti pil dan suntik.

Beda halnya dengan metode jangka panjang yang tidak perlu ada pengulangan selama beberapa tahun. Minimalnya, akseptor KB jangka panjang dianjurkan periksa tiap satu tahun sekali. Karena itulah angka kegagalannya juga lebih rendah.

Rendahnya angka kegagalan
Beragam Pilihan

Keuntungan selanjutnya menggunakan metode jangka panjang adalah adanya beragam pilihan. Baik IUD atau implan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yang bisa ibu pilih sesuai kebutuhan. Jika ibu menderita hipertensi dan sedang menyusui misalnya, maka bisa memilih IUD yang non hormonal. 

Ini bisa dijadikan alternatif bagi ibu yang tidak suka dengan efek samping KB hormonal. Selain itu, jangka waktu pemakaiannya pun beragam, dari yang 3 hingga 10 tahun bisa didapat dengan KB jangka panjang ini. Bagaimana, sudah mantap belum?

Jauh Lebih Praktis dan Murah

Apa ibu berpikir bahwa KB jangka panjang ini mahal? Memang, di awal pemasangannya kemungkinan untuk mengeluarkan beberapa ratus ribu akan terjadi. Tapi, coba dihitung lagi dengan KB pil atau suntik yang setiap bulannya juga harus mengeluarkan anggaran, dan kalikan. Mana yang lebih murah?

KB jangka panjang pun lebih praktis jika dibandingkan jangka pendek. Bayangkan saja jika setiap hari harus minum pil, atau tiap bulan sekali harus antre di klinik untuk suntik. Tentu hal itu lebih ribet dibanding kontrol setahun sekali atau jika ada keluhan saja, ya.

Kuantitas dan Kualitas ASI Tetap Sama

Penelitian menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas ASI sesaat setelah memakai IUD. Ini disebabkan KB jangka panjang yang non-hormonal tadi, sehingga produksi ASI pun tidak akan terpengaruh. Sama halnya dengan implan, ibu bisa memilih implan yang hanya berisi progesteron sehingga tidak akan mempengaruhi ASI. ASI tidak lancar atau macet pun tidak akan menjadi masalah lagi.

Kualitas ASI sama
Mudah Kembali ke Masa Subur

Sifat metode KB jangka panjang adalah reversibel, artinya mudah kembali ke masa subur. Ini baik untuk ibu yang ingin punya anak lagi. Tinggal lepas saja KB-nya, dan masa subur pun akan segera pulih seperti biasa. Kemungkinan hamil lagi pun akan sama seperti sebelum memakai KB jangka panjang tersebut.

Nah, itu dia beberapa keuntungan metode KB jangka panjang yang akan Sobat Bidan dapatkan. Jadi, sudah tidak perlu bingung lagi, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Ada penyebab bayi sering gumoh, normal atau tidak?

gumoh

Selamat siang, Sobat Bidan!

Bayi sering gumoh meresahkan Sobat Bidan sebagai ibu baru? Tidak perlu khawatir berlebihan ya, karena gumoh memang hal yang wajar bagi bayi, selama masih dalam batas normal. Simak postingan ini sampai selesai untuk mengetahui seputar gumoh pada bayi.

Penyebab Gumoh

Bayi yang masih berusia kurang dari 1 tahun memang akan sering gumoh. Gumoh merupakan keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan oleh bayi. Hal ini bisa diikuti dengan cegukan, batuk, atau juga sendawa. Kondisi ini tentu tidak berbahaya dan termasuk hal yang normal. 

Bayi sering gumoh disebabkan karena kerongkongan yang belum berkembang sepenuhnya, serta lambung bayi yang masih sangat kecil. Setelah berusia satu tahun, cincin otot yang ada di dasar kerongkongan sudah bisa berfungsi dengan baik. Ini membuat makanan yang ditelan bayi tidak kembali naik atau gumoh itu tadi.

Bagaimana Gumoh yang Normal?

Gumoh adalah hal normal jika tidak sampai mengganggu tumbuh kembang si kecil. Untuk frekuensi gumoh pun sangat bervariasi dan tentunya tidak sama antara bayi yang satu dengan yang lain. Gumoh dikatakan sebagai suatu hal yang wajar, jika :
  • Tidak mengganggu tumbuh kembang si kecil
  • Bayi tidak rewel atau menangis dan seperti merasa kesakitan
  • Bayi tidak mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas
Bayi tenang
Bagaimana Mencegah Gumoh?

Gumoh pada bayi bisa dicegah dengan melakukan hal-hal sederhana. Pertama, ibu bisa menyendawakan si kecil setelah selesai menyusu. Caranya, tegakkan bayi di pangkuan atau ditengkurapkan, kemudian tepuk-tepuk punggungnya. Tunggu beberapa menit sampai bayi bersendawa.

Kedua, saat menyusui atau menyuapi si kecil, usahakan posisi si kecil cukup tegak. Pertahankan sikap tegak ini selama 20-30 menit pasca menyusu atau makan, supaya makanannya bisa dicerna dan turun dengan sempurna. 

Ketiga, atasi dengan menyuapi atau menyusui si kecil dengan porsi kecil namun dengan frekuensi sering. Porsi yang terlalu banyak bisa membuat bayi kekenyangan dan akhirnya gumoh. 

Keempat, sebaiknya tidurkan bayi dengan posisi telentang dengan kepala yang sedikit lebih tinggi. Posisi tengkurap tidak dianjurkan sebagai posisi yang baik bagi bayi untuk tidur, karena bisa juga memicu kematian bayi mendadak selain gumoh. 

Kelima, memberikan zat pengental pada makanan si kecil bisa menghindari gumoh. Demikian juga dengan mengurangi susu sapi apa lagi jika diketahui bayi mengalami alergi laktosa. Namun, alangkah baiknya jika hal ini dikonsultasikan dulu dengan dokter.

Yang Perlu Diwaspadai

Ada hal-hal yang sebaiknya diwaspadai oleh ibu berkaitan dengan gumoh si kecil. Berikut di antaranya :
  • Si kecil memuntahkan cairan atau makanan dalam frekuensi yang terlalu sering dan tidak normal, dalam arti tampak terpaksa, bukan alamiah
  • Bayi yang gumoh di usia 6 bulan, menetap sampai berusia 1 tahun
  • Cairan gumoh berwarna, seperti hijau, keruh, kuning, bahkan bercampur darah
  • Gumoh dalam jumlah yang cukup banyak, dan berlangsung lama sampai 2 jam setelah menyusu
  • Si kecil susah makan dan tidak mau menyusu sehingga berat badannya tidak bertambah
  • Perut si kecil buncit atau penuh
  • Demam tinggi sampai dengan 38 derajat 
  • Bayi kesulitan bernapas dan seperti kesakitan
  • Menangis terus, rewel, dan seakan tidak nyaman

Itu dia beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait dengan gumoh ini. Gumoh memang bisa menjadi indikasi adanya alergi susu sapi pada bayi. Bisa juga penyempitan di kerongkongan yang menyebabkan gumoh tersebut mengarah pada penyakit refluks. Inilah beberapa keadaan serius yang disertai tanda gejala menyerupai gumoh.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang perlu diketahui tentang gumoh pada si kecil. Bagaimana, sudah tidak cemas lagi, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Dalam masa nifas, ada perubahan tubuh yang terjadi. Namun jangan cemas, ini adalah hal normal.

perubahan fisiologis masa nifas

Selamat siang, Sobat Bidan!

Masa nifas merupakan masa pemulihan pasca melahirkan yang kira-kira berlangsung selama kira-kira 6 minggu, ya. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan signifikan yang terjadi antara masa nifas ibu yang melahirkan normal dengan ibu yang melahirkan sesar.

Selama masa ini, ada perubahan tertentu yang mungkin saja terjadi pada ibu. Hal tersebut tidak perlu dicemaskan, karena memang lumrah terjadi di masa nifas. Apa sajakah bentuk perubahan tersebut? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Rasa Sakit di Payudara

Beberapa hari setelah bersalin, rasa sakit di payudara ini memang kerap menjadi keluhan ibu nifas. Namun, hal ini normal karena merupakan penyesuaian payudara terhadap keluarnya ASI. Tak jarang payudara bisa bengkak karena hal ini.

Yang perlu ibu lakukan adalah terus menyusukan ASI tersebut pada si kecil. Kalau terlalu sakit, ibu bisa memompanya dan menyuapkan pada bayi. Lakukan kompres hangat terlebih dahulu sebelum dan sesudah menyusui supaya lebih rileks. Jika tak tertahankan sakitnya, maka ibu bisa berkonsultasi dengan dokter supaya diberi obat pereda nyeri.

Perut Masih Sering Kontraksi

Hal ini pernah dijelaskan secara detail di sini, ya. Intinya, perut ibu masih berkontraksi seperti saat menstruasi karena rahim sedang mengalami involusi atau proses kembali ke bentuk semula. Kontraksi juga menandakan bahwa rahim telah bersih dan tidak ada sisa plasenta yang tersisa di sana sehingga tidak terjadi perdarahan.

Perut kontraksi itu wajar
Tidak Nyaman di Area Vagina

Khususnya untuk ibu yang melahirkan normal dan terdapat luka robekan di vagina, maka rasa tidak nyaman ini pasti akan terasa. Hal tersebut bisa hilang dalam beberapa hari atau minggu, tergantung dari tingkat robekan dan jahitannya. Jika sangat mengganggu, ibu bisa duduk dengan menggunakan bantal khusus untuk ibu nifas yang di tengahnya ada lubang.

Rambut Lebih Rontok dan Warna Kulit Berubah

Karena sudah tidak hamil lagi, hormon-hormon kehamilan yang semula tinggi pun akan menurun drastis. Hal tersebut sudah pasti akan membawa perubahan seperti rambut lebih rontok. Itu sudah pernah kita bahas di postingan ini, ya.

Selain itu, warna kulit seperti strech mark yang terjadi selama hamil juga akan berubah. Mungkin tidak langsung hilang begitu saja, tapi warnanya akan semakin memudar dan tidak terlalu kentara seperti saat hamil.

Mengalami Kesulitan Saat BAK

Tak jarang ibu nifas mengalami kesulitan saat hendak buang air kecil. Hal ini disebabkan karena terjadi luka atau pembengkakan di jaringan yang ada di sekitar kandung kemih dan uretra. Itulah yang menyebabkan ibu sulit BAK. 

Namun, adanya kerusakan saraf dan otot yang terhubung ke kandung kemih dan uretra pun kadang akan menyebabkan sebaliknya. Ibu bisa saja tanpa sadar mengeluarkan urin seperti pada saat tertawa, batuk, atau bersin. Hal ini bisa diatasi dengan senam kegel untuk kembali mengencangkan otot-otot panggul pasca bersalin.

Perubahan Emosi yang Tidak Terprediksi

Hal ini juga akan terjadi pada ibu nifas, dan normal selama masih dalam batasannya. Masa-masa hamil dan melahirkan yang sangat melelahkan menjadi penyebab utama dari perubahan emosi tersebut. Namun, jika sampai berlebihan seperti jadi takut melihat bayinya sendiri, tiba-tiba menangis sendiri, itulah yang perlu dikhawatirkan. Kita pernah membahasnya di sini, ya.

Adanya mood swing
Mengalami Penurunan BB

Pasca melahirkan, percayalah BB ibu sebenarnya sudah turun banyak. Hal ini karena bayi, plasenta, dan air ketuban sudah tidak lagi ada di dalam tubuh ibu. Namun, banyak sekali ibu yang masih merasa gemuk pasca melahirkan, dan ini adalah hal yang normal. Jika ingin BB kembali seperti semula, maka ibu harus pandai menjaga pola makan dan olahraga.

Nah, itu dia beberapa perubahan yang akan terjadi pada ibu selama masa nifas. Jangan cemas ya, hal tersebut merupakan hal yang wajar dan normal. Sebaiknya ibu fokus saja pada si kecil dan kebahagiaan ibu karena kehadirannya.

Demikian Sobat Bidan, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,