Search This Blog

Organ Intim Terasa Gatal Saat Hamil? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya!

/ August 04, 2020
Gatal di area miss v menjadi keluhan selama hamil? 
Bagaimana cara mengatasinya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Kehamilan memang sebuah anugerah, tapi cukup banyak juga keluhan yang menyertainya. Nah, yang satu ini juga sering kali menjadi keluhan ibu hamil. Yap, daerah kewanitaan terasa gatal. Untuk tahu apa sebabnya, kita bahas di postingan selanjutnya, ya!

Kali ini, kita akan ulas dulu bagaimana tips menjaga kebersihan organ intim pada saat hamil. Selain untuk mengurangi keluhan gatal ini, tentunya juga untuk membuat Sobat Bidan senantiasa nyaman.

Simak postingan berikut sampai selesai, ya!

Pintar Memilih Celana Dalam

Sebenarnya tips yang satu ini tidak hanya diterapkan saat sedang hamil saja. Bahan atau kain dari celana dalam yang kita kenakan akan berpengaruh pada kelembapan area Miss V.

Apalagi saat hamil ya, yang mana terjadi perubahan pada vagina karena peningkatan hormon. Perubahan ini bisa meliputi tingkat keasaman, kerentanan terhadap infeksi, juga ukuran. Jadi, celana dalam yang dikenakan haruslah longgar dan menyerap keringat.

Jangan sampai Sobat Bidan mengenakan CD yang terlalu ketat karena itu akan membuat daerah kewanitaan semakin lembap.

Selalu Kering

Masih berhubungan dengan kelembapan area vagina, tips yang satu ini juga penting sekali. Pastikan area Miss V selalu kering ya, Sobat Bidan. Jika selama hamil Sobat Bidan mengalami keputihan yang cukup banyak, maka jangan malas untuk sesering mungkin mengganti CD.

Begitu juga setelah BAK atau BAB, maka pastikan area itu dilap lebih dulu sampai kering menggunakan handuk atau tisu bersih sebelum mengenakan CD. Area Miss V yang lembap dapat memicu rasa gatal yang makin menjadi, lho!


Kompres Air Dingin

Spa, Kompres Herbal, Lilin, Handuk, Kompres, Jamu
Kompres dingin
Nah, ini juga salah stau cara untuk mengurangi rasa gatal di area miss v saat hamil lho, Sobat Bidan. Kompres menggunakan air dingin atau waslap dingin bisa meredakan rasa gatal. Sebaiknya, kompres air hangat atau panas justru bisa menambah iritasi pada kulit.

Minum Air Putih Lebih Banyak

Salah satu penyebab miss v gatal adalah karena kulit terlalu kering atau tidak terhidrasi. Karena itu, ibu hamil haruslah tercukupi kebutuhan cairannya. Minum air putih lebih banyak jika miss v terasa gatal, juga makan buah-buahan yang mengandung banyak air. 

Hindari Produk Berparfum

Saat hamil dan mengalami keluhan gatal di area miss v ini, coba Sobat Bidan tilik kembali produk apa yang digunakan. Misalnya saja deterjen, lotion, atau sabun. Apakah produk tersebut mengandung parfum? 

Jika iya, bisa jadi itulah penyebabnya. Ibu hamil sebaiknya memakai produk hypoalergenic untuk mencegah iritasi dan gatal-gatal di kulit ya, Sobat Bidan.

Konsumsi Yoghurt

Berries, Muesli, Blackberry, Mangkuk, Sarapan, Brunch
Yoghurt mengandung probiotik
Tahukah Sobat Bidan bahwa yoghurt bisa menyeimbangkan pH di area miss v? Yoghurt juga banyak mengandung bakteri baik atau probiotik yang bagus untuk vagina.

Nah, jika gatal, cobalah sertakan yoghurt untuk camilan Sobat Bidan. Namun perlu waspada juga ya, pastikan yoghurt yang dikonsumsi benar aman untuk ibu hamil.


Bawa Tisu Basah

Jika bepergian yang menyebabkan Sobat Bidan berpotensi menggunakan toilet umum, maka bawalah tisu basah. Ini wajib digunakan setelah usai menggunakan toilet supaya area miss v bersih dan anti bakteri. Perlu dicatat, pastikan tisu basah tersebut bebas alkohol, ya.

Hindari Pakaian Ketat

Selain kurang nyaman digunakan oleh ibu hamil, pakaian ketat juga berpotensi membuat area miss v jadi lebih lembap, lho. Maka dari itu, selama hamil hindari mengenakan pakaian ketat ya, Sobat Bidan. Kenakan pakaian longgar supaya sirkulasi udara lancar.

Bersihkan Miss V dengan Benar

Kertas Toilet, Hamster Pembelian, Panik, Jangan Panik
Cebok dengan benar
Teknik yang benar saat membersihkan area ini adalah dari depan ke belakang. Setelah BAK, guyur miss v dari arah depan ke belakang atau anus. Ini penting agar bakteri yang ada di anus tidak ikut terbawa ke miss v dan menyebar di sana.

Nah, itu dia beberapa tips supaya area miss v tidak gatal saat hamil. Bagaimana, mudah diterapkan bukan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,





Gatal di area miss v menjadi keluhan selama hamil? 
Bagaimana cara mengatasinya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Kehamilan memang sebuah anugerah, tapi cukup banyak juga keluhan yang menyertainya. Nah, yang satu ini juga sering kali menjadi keluhan ibu hamil. Yap, daerah kewanitaan terasa gatal. Untuk tahu apa sebabnya, kita bahas di postingan selanjutnya, ya!

Kali ini, kita akan ulas dulu bagaimana tips menjaga kebersihan organ intim pada saat hamil. Selain untuk mengurangi keluhan gatal ini, tentunya juga untuk membuat Sobat Bidan senantiasa nyaman.

Simak postingan berikut sampai selesai, ya!

Pintar Memilih Celana Dalam

Sebenarnya tips yang satu ini tidak hanya diterapkan saat sedang hamil saja. Bahan atau kain dari celana dalam yang kita kenakan akan berpengaruh pada kelembapan area Miss V.

Apalagi saat hamil ya, yang mana terjadi perubahan pada vagina karena peningkatan hormon. Perubahan ini bisa meliputi tingkat keasaman, kerentanan terhadap infeksi, juga ukuran. Jadi, celana dalam yang dikenakan haruslah longgar dan menyerap keringat.

Jangan sampai Sobat Bidan mengenakan CD yang terlalu ketat karena itu akan membuat daerah kewanitaan semakin lembap.

Selalu Kering

Masih berhubungan dengan kelembapan area vagina, tips yang satu ini juga penting sekali. Pastikan area Miss V selalu kering ya, Sobat Bidan. Jika selama hamil Sobat Bidan mengalami keputihan yang cukup banyak, maka jangan malas untuk sesering mungkin mengganti CD.

Begitu juga setelah BAK atau BAB, maka pastikan area itu dilap lebih dulu sampai kering menggunakan handuk atau tisu bersih sebelum mengenakan CD. Area Miss V yang lembap dapat memicu rasa gatal yang makin menjadi, lho!


Kompres Air Dingin

Spa, Kompres Herbal, Lilin, Handuk, Kompres, Jamu
Kompres dingin
Nah, ini juga salah stau cara untuk mengurangi rasa gatal di area miss v saat hamil lho, Sobat Bidan. Kompres menggunakan air dingin atau waslap dingin bisa meredakan rasa gatal. Sebaiknya, kompres air hangat atau panas justru bisa menambah iritasi pada kulit.

Minum Air Putih Lebih Banyak

Salah satu penyebab miss v gatal adalah karena kulit terlalu kering atau tidak terhidrasi. Karena itu, ibu hamil haruslah tercukupi kebutuhan cairannya. Minum air putih lebih banyak jika miss v terasa gatal, juga makan buah-buahan yang mengandung banyak air. 

Hindari Produk Berparfum

Saat hamil dan mengalami keluhan gatal di area miss v ini, coba Sobat Bidan tilik kembali produk apa yang digunakan. Misalnya saja deterjen, lotion, atau sabun. Apakah produk tersebut mengandung parfum? 

Jika iya, bisa jadi itulah penyebabnya. Ibu hamil sebaiknya memakai produk hypoalergenic untuk mencegah iritasi dan gatal-gatal di kulit ya, Sobat Bidan.

Konsumsi Yoghurt

Berries, Muesli, Blackberry, Mangkuk, Sarapan, Brunch
Yoghurt mengandung probiotik
Tahukah Sobat Bidan bahwa yoghurt bisa menyeimbangkan pH di area miss v? Yoghurt juga banyak mengandung bakteri baik atau probiotik yang bagus untuk vagina.

Nah, jika gatal, cobalah sertakan yoghurt untuk camilan Sobat Bidan. Namun perlu waspada juga ya, pastikan yoghurt yang dikonsumsi benar aman untuk ibu hamil.


Bawa Tisu Basah

Jika bepergian yang menyebabkan Sobat Bidan berpotensi menggunakan toilet umum, maka bawalah tisu basah. Ini wajib digunakan setelah usai menggunakan toilet supaya area miss v bersih dan anti bakteri. Perlu dicatat, pastikan tisu basah tersebut bebas alkohol, ya.

Hindari Pakaian Ketat

Selain kurang nyaman digunakan oleh ibu hamil, pakaian ketat juga berpotensi membuat area miss v jadi lebih lembap, lho. Maka dari itu, selama hamil hindari mengenakan pakaian ketat ya, Sobat Bidan. Kenakan pakaian longgar supaya sirkulasi udara lancar.

Bersihkan Miss V dengan Benar

Kertas Toilet, Hamster Pembelian, Panik, Jangan Panik
Cebok dengan benar
Teknik yang benar saat membersihkan area ini adalah dari depan ke belakang. Setelah BAK, guyur miss v dari arah depan ke belakang atau anus. Ini penting agar bakteri yang ada di anus tidak ikut terbawa ke miss v dan menyebar di sana.

Nah, itu dia beberapa tips supaya area miss v tidak gatal saat hamil. Bagaimana, mudah diterapkan bukan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,





Continue Reading
Waktu yang tepat untuk pasang IUD, kapan, ya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

IUD atau Intra Uterine Device atau lebih dikenal dengan sebutan spiral, merupakan metode KB jangka panjang yang minim risiko kebobolan. Karena itu, tidak heran kalau KB yang satu ini sekarang banyak diminati, ya. Selain tidak perlu ribet seperti metode KB lainnya karena sifatnya yang jangka panjang, IUD juga tidak menyebabkan efek samping berat seperti KB hormonal lainnya.

Serba-serbi IUD sudah pernah kita bahas di postingan ini, ya!

Untuk postingan kali ini, kita akan membahas kapan sih, waktu yang paling pas buat pasang IUD? Untuk Sobat Bidan yang masih bingung dan ragu mau pasang IUD kapan, simak ulasannya sampai selesai!

Kapan Saja

Sebenarnya, pemasangan IUD bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu menunggu-nunggu lagi. Asal Sobat Bidan sudah siap dan mantap, langsung saja pasang! Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa kapan saja ini memang bisa dilakukan, dengan syarat :
  • Kondisi tubuh prima dan fit
  • Tidak sedang hamil
  • Tidak sedang mengalami perdarahan mau pun punya riwayat perdarahan abnormal
  • Tidak sedang mengalami infeksi penyakit menular seksual
  • Tidak menderita radang panggul
Jika persyaratan di atas terpenuhi semua, maka silakan saja kunjungi tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk pasang IUD.

Akhir Masa Haid

Kalender, Tanggal, Perencanaan, Simpan Ke Daftar
Akhir menstruasi adalah saat yang pas
Selanjutnya, Sobat Bidan bisa melakukan pemasangan IUD di akhir masa menstruasi atau haid. Mengapa? Karena waktu-waktu ini adalah waktu yang pas, di mana leher rahim atau serviks masih terbuka, tapi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan darah. Akibatnya, pemasangan IUD bisa dilakukan lebih mudah dan meminimalisir rasa tidak nyaman saat proses pemasangan berlangsung.

Pasca Bersalin

Ini juga waktu yang sangat tepat untuk melakukan pemasangan IUD. Jika Sobat Bidan bersalin secara normal, IUD bisa langsung dipasang 10 menit pasca lahirnya plasenta. Selain itu, sampai 2 hari pasca persalinan bahkan sampai 6 minggu setelah bersalin juga masih menjadi waktu terbaik. Waktu antara 6 minggu atau masa nifas adalah waktu pulihnya bentuk rahim ke ukuran semula. 

Begitu pula jika Sobat Bidan melahirkan secara sesar, pemasangan IUD ini juga bisa segera dilakukan sampai waktu 6 minggu tersebut. Alangkah baiknya jika lebih dulu dikonsultasikan dengan dokter atau bidan yang menangani persalinan, ya!

Bayi, Kelahiran, Bayi Yang Sehat, Anak, Baru Lahir
Setelah persalinan

Pasca Keguguran

Pemasangan IUD juga bisa dilakukan pasca keguguran. Setelah dilakukan operasi kuret, IUD bisa segera dipasangkan. 

Nah, itu dia waktu yang tepat untuk pemasangan IUD. Bagaimana, sudah tidak bingung dan ragu lagi, kan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


penyakit yang rentan serang si kecil di musim hujan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Musim penghujan masih belum berlalu, ya. Untuk Sobat Bidan yang punya balita tentu harus lebih waspada. Selain harus selalu memerhatikan supaya mereka tetap hangat di musim ini, Sobat Bidan juga perlu tahu penyakit apa saja sih, yang rentan terjadi di musim hujan? 

Nah, simak postingan ini sampai selesai, ya!

Leptospirosis

Apa itu penyakit leptospirosis? Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Ada pun bakteri ini biasa disebarkan oleh hewan-hewan seperti babi, anjing, sapi, juga tikus. Nah, di musim hujan seperti ini, penyakit ini sering sekali menyerang balita.

Paling umum, disebabkan oleh tikus, khususnya dari urine tikus yang ikut tergenang dengan genangan air hujan. Karena itu, disarankan supaya Sobat Bidan tidak membiarkan ada genangan air di musim ini. 

Jika terkena leptosirosis, anak akan menunjukkan gejala awal seperti sakit kepala, nyeri otot, juga menggigil. Bisa juga diiringi mual dan muntah, juga ruam-ruam di kulitnya.

Flu

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Jangan dekat si kecil jika sedang flu
Penyakit yang satu ini memang tidak hanya muncul di musim hujan ya, hanya saja di musim ini kemungkinan terserang flu akan lebih besar. Kenapa? Hal ini bisa saja disebabkan imun anak yang menurun di musim hujan sehingga rentan terserang virus. Bisa juga karena anak tertular orang lain yang terinfeksi flu. 

Flu sendiri merupakan reaksi peradangan di saluran napas yang tergolong kategori self limiting disease atau infeksi virus yang bisa sembuh sendiri. Karena itu, jika anak terserang flu, Sobat Bidan hanya perlu menyuruhnya untuk beristirahat cukup dan memberikan asupan makanan yang bergizi serta vitamin.

Sakit Perut

Di musim hujan begini, gastroentritis atau penyakit di saluran pencernaan sangat rentan terjadi. Hal ini disebabkan karena infeksi dari bakteri, virus, serta parasit dan jamur. Gejala dari sakit perut ini meliputi diare, mual sampai muntah, nyeri perut, pusing, tidak nafsu makan, nyeri otot, dan sebagainya sehingga anak cenderung rewel.

Untuk mengetahui seperti apa kategori diare pada anak dan bagaimana penanganannya, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya!

Demam Berdarah

Demam Termometer, Termometer, Demam, Suhu, Pisau Demam
Demam tinggi, waspada DBD
Penyakit serius yang satu ini juga harus diwaspadai saat musim penghujan tiba. Pasalnya, demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang penularannya lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Yang mana, nyamuk ini memilih genangan air untuk tempat berkembang biak, seperti genangan air hujan.

Jika anak mengalami tanda gejala seperti demam tinggi yang mendadak sampai 40 derajat, terjadi di malam hari, dan gejala lain seperti :
  • Kemerahan dan ruam di kulit
  • Mual dan muntah
  • Bintik-bintik di tangan dan kaki
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan sendi
Maka segera bawa si kecil ke dokter. Untuk pencegahan DBD ini, Sobat Bidan bisa menerapkan 3M di rumah saat musim hujan. Menutup, mengubur, dan menguras agar tidak ada air yang menggenang.

Tifoid

Kue Kering, Membakar, Manis, Brownies, Gula, Panggang
Jangan sampai anak jajan sembarangan

Di musim hujan, anak juga lebih rentan terserang tifoid atau tifus. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella Typhi dan penularannya terjadi lewat makanan. Karena itu, di musim hujan begini perhatikan betul supaya si kecil tidak jajan sembarangan. Apabila imun anak sedang menurun ditambah makan makanan tidak higienis, maka peluang terserang tifoid akan semakin besar.

Gejala yang bisa dilihat dari tifoid adalah demam, nyeri sendi, tenggorokan sakit, sakit kepala, sembelit, juga tidak nafus makan. Kadang kala, si kecil akan merasa nyeri saat buang air kecil, batuk, juga adanya perdarahan dari hidung. Segera periksakan ke dokter jika si kecil mengalami gejala tersebut, ya!

Nah, itu dia beberapa penyakit yang rentan menyerang si kecil saat musim hujan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,

 Infeksi masa nifas merupakan salah satu hal yang menjadi risiko bagi ibu nifas. 
Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah tahu dong ya, salah satu tanda bahaya dalam masa nifas adalah infeksi masa nifas. Nah, sebenarnya apa sih, infeksi masa nifas ini? Terus penyebabnya apa? Gejala dan tanda-tanda ibu yang terkena infeksi masa nifas seperti apa? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Infeksi Masa Nifas?

Seperti namanya, infeksi masa nifas adalah keadaan di mana ibu nifas terkena infeksi. Ini biasanya berlangsung dari hari kedua sampai hari kesepuluh pasca melahirkan. Infeksi ini disebabkan adanya bakteri yang masuk ke dalam rahim, baik karena kebersihan tempat persalinan yang kurang, atau si ibu sendiri yang tidak menjaga kebersihan diri.

Infeksi masa nifas ini ada beberapa jenis, seperti miometritis yang menyerang otot rahim, endometritis yang menginfeksi lapisan endometrium, juga parametritis yang menginfeksi area di sekitar rahim.

Gejala dan Tanda

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Demam tinggi
Dalam masa nifas, adanya tanda-tanda yang abnormal merupakan salah satu hal yang patut diwaspadai. Hal ini bisa saja merupakan tanda dari infeksi atau pun tanda bahaya lainnya. Nah, berikut tanda dan gejala yang bisa dirasakan ibu jika terkena infeksi masa nifas :
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celsius pasca melahirkan
  • Perut bagian bawah mengalami nyeri yang hebat
  • Keluar lochea masa nifas yang abnormal, seperti berbau terlalu menyengat dan tidak enak
  • Sakit kepala hebat
  • Kulit memucat karena kurangnya volume darah
  • Badan menggigil meskipun suhunya tinggi
  • Tidak nafsu makan
  • Denyut jantung meningkat lebih cepat dari biasanya
Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, ibu harus segera diperiksakan ke nakes.

Penyebab Infeksi Masa Nifas

Seperti sudah disebutkan di atas, penyebab infeksi ini bisa berasal dari kurang bersihnya tempat persalinan. Pasalnya, bakteri seperti Staphylococcus dan Strepthococcus suka bersarang di tempat yang lembap. Selain itu, ada juga bakteri E.coli yang bisa menginfeksi kandung kemih dan menyebabkan infeksi masa nifas.

Infeksi ini bisa juga disebabkan karena berbagai faktor medis, sebut saja peralatan yang tidak steril, infeksi pada bekas jahitan, juga infeksi nosokomial dari rumah sakit.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Meski masih jarang adanya komplikasi pada ibu dengan infeksi masa nifas, tapi hal ini bisa saja terjadi. Berikut beberapa komplikasinya :
  • Syok karena dehidrasi dan demam tinggi
  • Terdapat darah yang menggumpal di panggul
  • Peritonitis atau radang pada selaput perut
  • Munculnya benjolan atau abses berisi nanah
  • Gumpalan darah yang masuk ke arteri paru sehingga menyebabkan emboli paru
  • Masuknya bakteri ke pembuluh darah yang akan menyebabkan efek fatal

Yang Harus Dilakukan?

Jika ibu dalam masa nifas mendapati tanda gejala seperti di atas, segera bawa ke nakes. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, juga pemeriksaan darah dan urin untuk memastikan adanya bakteri di dalam tubuh. Semakin cepat dibawa semakin baik ya, Sobat Bidan, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan dan Pengobatan

Vaksinasi, Tes Tuberculin, Jarum Suntik, Menyuntikkan
Pengobatan oleh nakes
Pengobatan untuk infeksi masa nifas ini dilakukan oleh dokter atau bidan dengan antibiotik. Untuk pencegahannya, pastikan ibu melahirkan di tempat yang bersih dan steril. Selain itu, jagalah kebersihan diri dengan baik pasca bersalin, seperti rajin mengganti pembalut, dan sebagainya. Lakukan kontrol rutin yang dianjurkan jika ibu melahirkan secara caesar.

Nah, itu dia ulasan tentang infeksi masa nifas. Bagaimana, sudah tahu tanda dan tindakan apa yang harus segera Sobat Bidan lakukan,bukan? Semoga bermanfaat!

Salam Sayang,


Metode persalinan Maryam sedang marak. Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!
 
Metode persalinan Maryam, sudahkah Sobat Bidan mendengarnya? Ini merupakan salah satu metode persalinan yang digadang-gadang bisa meminimalisir rasa sakit. Berprinsip pada patokan bahwa persalinan merupakan hal yang alamiah dan normal, maka dengan metode ini, Sobat Bidan tidak akan dikenai banyak tindakan. 

Prosesnya mengalir seperti Maryam, Ibunda Nabi Isa a.s yang bersalin bahkan tanpa bantuan orang lain. Pendamping dan penolong hanya memberikan dukungan mental, bantuan doa, serta asupan yang diperlukan. Dengan metode ini, Sobat Bidan bisa memilih posisi yang nyaman, seperti jongkok, semi fowler, bahkan menungging. 

Namun, sebelum menerapkan persalinan Maryam ini, perhatikan dulu beberapa hal berikut. Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Bukan Berarti Tidak Sakit Sama Sekali

Satu hal yang perlu diingat, bahwa metode persalinan Maryam ini tidak berarti membebaskan Sobat Bidan dari rasa sakit. Tentu rasa sakit saat melahirkan akan dirasakan, baik saat kontraksi, kepala bayi yang mendesak turun, dan sebagainya.

Akan tetapi, dengan metode ini Sobat Bidan akan dilatih untuk tidak terlalu mengkhawatirkan rasa sakit itu. Analoginya, rasa cemas akan menimbulkan stres dan membuat Sobat Bidan semakin kesakitan. Mengendalikan rasa sakit ini juga perlu latihan.

Karena itulah, sebelum menjalankan metode persalinan yang satu ini, Sobat Bidan harus mengikuti latihannya terlebih dahulu di semester tiga kehamilan. Di situ akan diajarkan bagaimana cara menjaga kesehatan psikis dan tubuh, pola asupan makan yang sehat, juga olahraga untuk melenturkan kulit.

Harus Dalam Keadaan Sehat

Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi, Penyakit Jantung
Harus sehat
Ini juga menjadi salah satu prasyarat yang penting untuk dipenuhi sebelum memilih metode persalinan Maryam. Sobat Bidan harus dinyatakan sehat oleh dokter kandungan atau bidan, ya, dalam artian sehat secara fisik dan psikis. 

Hal tersebut disebabkan, 9/10 kelahiran diiringi dengan masalah kesehatan, seperti ibu dengan anemia, KEK, dan bayi yang tidak langsung menangis. Pastikan pula keadaan kesehatan tersebut adalah hasil pemeriksaan terbaru, bukan hanya dilihat dari riwayat persalinan sebelumnya (untuk bumil kedua atau lebih). 

Karena, kondisi kesehatan ibu hamil jelas tidak akan sama dengan kehamilan sebelumnya. Meski riwayat persalinan sebelumnya normal tanpa hambatan berarti, belum tentu yang sekarang juga bisa seperti itu.

Sertakan Hasil Pemeriksaan Dokter

Membawa serta hasil pemeriksaan dokter kandungan Sobat Bidan ke klinik persalinan Maryam sangatlah penting. Ini akan membantu petugas di sana untuk menentukan terapi apa yang akan dilakukan pada Sobat Bidan. Jadi, jangan lupa bawa hasil pemeriksaan terbaru dari dokter ini, untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan terjadi.

Tempat Harus Dekat dengan RS

Ruang Rumah Sakit, Rumah Sakit, Medis, Kamar, Operasi
Dekat dengan RS
Persalinan adalah hal yang misterius. Meski di awal lancar, belum tentu di tengah atau di akhir akan sama lancarnya. Karena itu, boleh memilih metode persalinan apa pun yang Sobat Bidan sukai dan merasa nyaman. Namun, pilihlah selalu tempat atau klinik yang dekat dengan rumah sakit.

Ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, supaya bisa langsung mendapat tindakan rujukan ke rumah sakit.  Jangan disepelekan, ya!

Nah, itu dia beberapa hal yang mesti Sobat Bidan perhatikan sebelum memilih metode persalinan Maryam. Bagaimana, sudah lebih siap bukan, sekarang? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,




Dewasa ini metode dakwah memang bermacam-macam seiring perkembangan zaman. Salah satu hal yang paling dinamis dan modern untuk berdakwah adalah dengan kaos dakwah doa yang diproduksi oleh produsen kaos dakwah. Dengan mengenakan kaos seperti ini, artinya orang yang melihat tulisan doa di kaos Anda juga akan ikut berdoa. Nah, secara tidak langsung Anda sudah turut menyebarkan kebaikan, bukan?

Jika tertarik dengan kaos doa ini, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum membelinya. Apa saja? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Pastikan Bahan Nyaman dan Adem

Nah, satu hal yang penting sekali dari sebuah pakaian atau kaos adalah bahannya. Kaos dakwah ekslusif dari produsen kaos dakwah tentu akan memakai bahan yang nyaman dikenakan. Standarnya, kaos dakwah ini menggunakan bahan cotton combed 30s. Karakteristik bahan ini tentu nyaman, adem, dan bisa menyerap keringat dengan baik. Jadi, bahan ini memang cocok dikenakan di Indonesia yang beriklim tropis, juga cocok dikenakan untuk berbagai kegiatan.

Jangan luput memperhatikan bahan ya, apalagi jika Anda order secara online. Pastikan bahan benar-benar menggunakan cotton combed 30s yang asli dan bukan abal-abal. Ini penting demi kenyamanan kaos saat dikenakan.

Perhatikan Sablonnya

Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan betul dalam kaos dakwah doa dari produsen kaos dakwah adalah jenis sablonnya. Sablonan kaos ada bermacam-macam jenis, mulai dari yang bagus sampai abal-abal. Kaos dakwah yang bagus tentu akan menggunakan jenis sablon digital cutting polyflex dengan metode double heating.

Ini akan membuat tampilan sablonan kaos menjadi esklusif dan tentunya awet. Sablonan juga tidak akan lengket saat disetrika, dan tidak mudah rusak tentunya. Warnanya pun akan terlihat lebih terang sehingga menimbulkan kesan yang bagus pada kaos.

Pastikan Harganya Sesuai

Berikutnya, sebelum membeli kaos dakwah eksklusif di produsen kaos dakwah, perhatikanlah harganya. Anda bisa membandingkan harga antara produsen kaos satu dan yang lainnya. Namun, ada baiknya Anda tahu dulu berapa kisaran harganya di pasaran. Sebuah kaos dakwah yang bagus biasanya dibanderol kira-kira Rp100 ribuan. Ini bisa saja kurang atau lebih, tergantung seberapa panjang dan rumit bentuk sablonan, dan jenis kaosnya, ya. Misal untuk harga kaos lengan pendek, tentu beda dengan kaos lengan panjang.

Jangan sampai Anda tertipu dengan harga yang terlalu tinggi tanpa melihat dulu barangnya seperti apa. Jangan pula mudah tergiur dengan harga yang murah, karena belum tentu barang yang datang akan sesuai dengan ekspektasi. Jadi, jelilah sebelum membeli dan usahakan Anda telah melihat barangnya secara langsung.

Pastikan Memilih Produsen yang Tepat

Sekarang ini banyak sekali produsen kaos dakwah doa di mana-mana, karena ramainya pesanan kaos model ini di pasaran. Karena itulah Anda memang harus berhati-hati dan teliti dalam memilih produsen. Paling tidak, pastikan produsen yang Anda pilih memiliki website, jika Anda order secara online. Alamat dan customer service-nya juga harus jelas, ya, agar bisa dihubungi setiap waktu jika diperlukan.

Lihat pula review dari para pelanggan yang sudah memesan di produsen kaos dakwah tersebut. Biasanya di website akan ditampilkan review atau testimoni dari para pelanggan. Mulai dari kisaran harga, bagaimana kualitas produknya, juga berapa lama waktu pengerjaan. Produsen yang baik juga biasanya memberi harga diskon jika pemesanan Anda banyak. 

Nah, itu dia tips memilih kaos dakwah eksklusif di produsen kaos dakwah yang bisa Anda terapkan. Untuk area Jogja dan sekitarnya, percayakan saja pembuatan kaos dakwah di Gootick Apparel. Ada banyak model dan desain kaos doa di sana, tentu dengan harga yang bersahabat. Semoga bermanfaat!


Keluhan di kehamilan tua begitu mengganggu? 
Begini tips mengatasinya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Kehamilan tua atau trimester tiga memang masa yang mendebarkan. Selain perasaan yang campur aduk menahan was-was, bahagia, keluhan yang dirasakan bumil pun makin menjadi. Tenang saja, selama tidak berlebihan, keluhan yang terjadi di kehamilan tua itu wajar. Nah, apa saja keluhan yang wajar tersebut? Bagaimana mengatasinya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Lebih Sering Pipis

Ini adalah salah satu keluhan yang dialami siapa saja yang tengah hamil tua. Hal ini normal, karena semakin tua kehamilan, janin akan semakin turun ke daerah panggul. Inilah yang membuat kandung kemih mengalami penekanan yang ekstra, sehinggu bumil harus bolak-balik ke toilet.

Meski beser, tapi bumil harus tetap memenuhi kebutuhan cairannya, ya. Cukup hindari minum yang berlebihan di malam hari. Melakukan senam kegel juga baik untuk mengatasi keluhan ini.

Lebih Sulit Tidur

Sleep, Bed, Woman, Bedroom, Sleeping, Dream, Tired
Sulit tidur adalah hal yang normal
Hal yang satu ini juga seringkali dikeluhkan bumil yang tengah hamil tua. Tentunya masalah insomnia bisa terjadi karena berbagai sebab, di antaranya karena keadaan bumil yang perutnya sudah membesar sehingga kesulitan menentukan posisi yang nyaman untuk tidur. Bisa juga dikarenakan bumil harus sering terbangun karena kebelet pipis.

Ini merupakan keluhan yang normal. Bumil bisa mengatasinya dengan rileksasi sebelum tidur, mandi air hangat misalnya, juga jaga keadaan kamar tetap temaram, pakai bantal hamil, dan tidurlah sesuai dengan posisi paling nyaman.

Kaki Membengkak

Ini juga merupakan keluhan yang sering dirasakan bumil. Penyebab normalnya seiring dengan perkembangan rahim yang membesar, hingga pembuluh darah tertekan. Akibatnya, darah mampat atau terbendung di tungkai mau pun kaki.

Namun, hal ini juga bisa menjadi salah satu tanda dari preeklampsia, karenanya bumil sebaiknya memeriksakan diri ke nakes. Untuk mengatasinya, topanglah kaki dengan bantal saat bumil sedang tidur atau duduk kira-kira 15-20 menit. Ini akan membuat peredaran darah lebih lancar, lakukan 2-3 kali sehari, ya!

Terasa Panas atau Gerah

Saat kehamilan tua, bumil akan lebih merasa kepanasan. Ini hal yang normal karena adanya peningkatan metabolisme, hormon, juga jumlah darah dalam tubuh. Selain itu, janin di dalam perut juga berpengaruh memberikan rasa kegerahan ini karena si kecil juga turut menguarkan hawa panas. 

Untuk mengatasinya, bumil bisa mengenakan pakaian yang adem, longgar, dengan bahan katun yang bisa menyerap keringat dengan baik. Nah, perbanyak juga minum air putih agar metabolisme tubuh normal, ya!

Adanya Kontraksi Palsu

Keluhan ini biasa dialami bumil dengan usia kandungan 8 bulan. Adanya kontraksi yang hilang timbul dan membuat perut terasa tegang tentu membuat bumil khawatir, ya! Jangan cemas, selama tidak berlebihan, kontraksi palsu atau Braxton Hicks tersebut adalah akibat dari kelelahan, stres, dehidrasi, atau aktivitas seksual.

Jika merasakannya, bumil bisa langsung istirahat, misal duduk atau berbaring. Perbanyak minum air putih, atau mandi dengan air hangat yang bisa membuat rileks. 

Nyeri Punggung

Young Woman, Girl, Concerns, Rest, Pillow, Pink, Cup
Rileks
Wah, kalau yang satu ini bisa dikatakan keluhan wajib yang dialami bumil trimester tiga. Hal ini wajar, karena janin yang terus tumbuh membuat rahim semakin besar. Nah, ini akan membuat pembuluh darah dan syaraf di daerah punggung serta panggul tertekan. Jadilah nyeri punggung.

Lutut dan leher juga biasanya sering terasa nyeri. Untuk mengatasi ini, bumil boleh mencoba dengan mandi air hangat, olahraga ringan, pijat, juga mengubah posisi tidur. 

Nah, itu dia beberapa keluhan di kehamilan tua. Tenang, semuanya wajar dan normal jika masih dalam koridor tidak berlebihan. Hadapi kehamilan tua dengan tenang dan terus berpikir positif, ya, Sobat Bidan! Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia. 
Seperti apa tanda-tandanya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Zat besi merupakan salah satu komponen yang penting bagi tubuh kita. Jika asupan zat besi ini lengkap, maka tubuh akan terhindar dari defisiensi zat besi yang bisa berujung pada anemia. Maka dari itu, Sobat Bidan tidak boleh menganggap enteng zat besi ini.

Nah, begitu pula jika tubuh mengalami kekurangan zat besi, maka akan memberikan sinyal atau tanda-tanda yang bisa dideteksi. Tanda-tandanya kaya gimana aja sih, Bu Bidan? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Lebih Mudah Lelah

Lelah yang diakibatkan karena kekurangan zat besi tentu beda dengan lelah sehabis melakukan kerja berat. Lelah karena kekurangan zat besi disertai dengan gejala lain seperti lemas, mudah marah, juga sulit konsentrasi. 

Orang yang kurang asupan zat besinya mudah lelah karena asupan oksigen ke seluruh tubuh tidak maksimal. Karena kurangnya zat besi, sel darah yang membawa oksigen ke organ tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya. Itulah kenapa Sobat Bidan akan lebih sering merasa lelah, sakit kepala, dan tidak bersemangat.

Person, Little, Boy, Kid, Child, Inside, Train, Rail
Lebih mudah lelah

Sesak Napas

Jangan remehkan gangguan yang satu ini, ya. Sesak napas bisa menjadi ciri seseorang mengalami kekurangan zat besi. Seperti penjelasan tadi, bahwa oksigen tidak akan tersalur sepenuhnya ke seluruh organ, termasuk juga untuk organ pernapasan. 

Akibatnya, otot-otot pernapasan tidak bekerja optimal karena kekurangan suplai oksigen. Napas pun menjadi semakin cepat dan ujung-ujungnya sesak. 

Wajah Terlihat Pucat

Ini juga merupakan salah satu tanda seseorang mengalami kekurangan zat besi. Wajah akan terlihat lebih pucat dari biasanya karena kekurangan hemoglobin. Akibatnya, rona merah pada kulit pun akan berkurang.

Sobat Bidan bisa mendeteksinya dengan melihat bagian dalam dari kelopak mata bawah. Jika tidak semerah biasanya atau cenderung berwarna keputihan, itu pertanda zat besi masih kurang. Bisa juga lihat melalui gusi, jika terlihat pucat dan tidak semerah orang yang sehat, berarti asupan zat besi perlu ditambah lagi.

Lidah Membengkak

Warna lidah dipengaruhi oleh sel darah merah. Jika lidah pucat, berarti zat besi di tubuh masih kurang. Begitu pula saat suplai oksigen berkurang, maka otot-otot pada lidah akan menjadi bengkak dan nyeri rasanya. Tak hanya itu, bagian dari sisi-sisi mulut juga akan terlihat pecah-pecah lho, Sobat Bidan!

Rambut Rontok

Hair, Hairdresser, Make-Up, Salon, Maintenance, Woman
Rambut rontok ciri kekurangan zat besi
Penyebab kerontokan rambut mungkin memang beragam, tapi kekurangan zat besi apalagi sudah mencapai tahap anemia adalah hal yang patut diwaspadai. Jika rambut rontok lebih dari seratus helai per harinya dan tidak cepat tumbuh lagi, itu termasuk indikasi anemia.

Folikel rambut akan kekurangan oksigen saat tubuh kekurangan zat besi. Tubuh hanya akan mengerahkan zat besi pada organ-organ penting sehingga rambut tidak kebagian. Inilah yang menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah sekali rontok.

Lebih Mudah Terkena Infeksi

Zat besi adalah salah satu zat yang membentuk sistem imun tubuh, yakni sel darah putih. Saat keberadaannya dalam tubuh pas-pasan atau malah kurang, tentu produksi sel darah putih jadi terhambat. Akibatnya, Sobat Bidan akan lebih mudah terkena infeksi, dan lebih rentan sakit.

Ekstremitas Terasa Dingin

Mungkin kekurangan zat besi tidak menunjukkan gejala-gejala yang sangat terlihat. Namun, jika sudah semakin parah, maka gejala yang satu ini bisa muncul. Telapak tangan dan kaki akan terasa dingin tanpa sebab tertentu.
People, Man, Adult, Hands, Child, Toddler, Father
Tangan dan kaki terasa dingin

Nah, itu dia beberapa tanda-tanda tubuh kekurangan zat besi. Selain itu, masalah pada jantung juga bisa saja terjadi. Sering pusing, bentuk kuku yang berubah seperti sendok juga merupakan gejala kekurangan zat besi.

Bagaimana pencegahannya? Tentu saja dengan makan-makanan yang mengandung zat besi, ya. Jangan lupa juga untuk minum tablet besi agar terhindar dari defisiensi zat besi ini. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Mitos tentang pil KB yang mana yang pernah Sobat Bidan dengar? 
Cek faktanya, yuk!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Mitos tentang pil KB memang masih santer terdengar di kalangan masyarakat, ya. Hmm, sebenarnya hal itu tidak perlu membuat Sobat Bidan ragu untuk ber-KB dengan metode pil ini, lho! Asal sesuai dengan keadaan dan indikasi, pil KB ini akan efektif digunakan. Baca selengkapnya di sini, ya!

Apa saja memangnya mitos yang sering beredar itu? Dan sebetulnya hal tersebut cuma mitos atau memang fakta? Simak postingan berikut sampai selesai!

Rahim Jadi Kering

Tentu Sobat Bidan pernah mendengar mitos tentang pil KB yang satu ini, bukan? Jangan minum pil KB, nanti rahimnya kering, lho! Waduh, ini siapa yang bilang, sih? 

Menurut Dokter Boy Abidin, SPOG(K), mitos ini sepenuhnya salah. Justru, pada saat Sobat Bidan mengonsumsi pil KB, maka lendir di serviks akan semakin kental guna mencegah masuknya sperma. 

Selain itu, endometrium atau dinding rahim juga akan menebal sehingga proses penempelan embrio tidak bisa dilakukan. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kekeringan rahim. Jadi, ini hanya mitos semata, ya, Sobat Bidan!

Bikin Jerawatan

Nah, kalau yang satu ini bisa jadi mitos dan fakta, tergantung dari pil KB mana yang Sobat Bidan konsumsi. Ada pil KB yang memang memicu munculnya hormon androgen sehingga wajah lebih rentan jerawatan, pil KB Andalan contohnya.

Namun, jika Sobat Bidan mengonsumsi pil KB yang sedikit lebih mahal seperti Yasmin misalnya, justru pil ini juga akan berfungsi untuk menjaga kecantikan. Mencegah jerawat salah satunya, karena kandungannya mampu menekan hormon androgen.

Kandungan dalam pil KB tersebut antara lain adalah anti-androgenik serta anti-mineralokortikoid yang bisa mengurangi sebum dan mengurangi masalah jerawat. Jadi, tinggal pintar-pintar memilih pilnya saja, ya!

Bikin Gemuk

Belly, Body, Calories, Diet, Exercise, Fat, Female, Fit
Bikin gemuk, benar nggak?
Mitos tentang pil KB ini juga tergantung dari pil KB mana yang Sobat Bidan konsumsi. Karena pil KB merupakan salah satu metode KB hormonal, efek samping berupa kenaikan berat badan memang ada, sama seperti KB hormonal lainnya.

Namun, dalam pil KB modern dan merek-merek tertentu, sekarang sudah dilengkapi dengan kandungan drospirenone yang bisa mencegah menumpuknya kadar cairan. Nah, ini bisa mencegah kegemukan. Jadi, mitos pil KB bisa bikin gemuk ini tidak sepenuhnya benar, Sobat Bidan.

Menyebabkan Kanker

Pil KB juga dituduh sebagai salah satu penyebab kanker oleh sebagian orang. Nyatanya, belum ada penelitian yang membenarkan mitos tersebut. Justru sebaliknya, menurut seorang dokter kandungan di AS, Ronald Burkman, pil KB dapat mencegah kanker rahim serta kanker ovarium. 

Bukan Sekadar Pil Kontrasepsi

Bukan sembarang pil
Menurut penelitian, pil KB tidak hanya berguna untuk mencegah kehamilan saja. Pil ini juga bisa meringankan nyeri perut saat haid, juga dismenorhea pada saat PMS. Hal tersebut disebabkan, Sobat Bidan yang mengonsumsi pil KB kemungkinan bisa haid tanpa melepaskan sel telur, karena pil ini memang mencegah tumbuhnya sel telur. 

Namun demikian, otak sudah mendapat kiriman sinyal bahwa meski tanpa sel telur pun, estrogen yang diproduksi sudah cukup untuk memulai masa-masa haid. Jadi, nyeri perut akan berkurang karena hal ini.

Nah, itu dia mitos tentang pil KB yang sering beredar di masyarakat. Terlepas dari benar atau tidaknya, pil KB merupakan salah satu alternatif kontrasepsi yang bisa dipilih untuk Sobat Bidan yang takut dengan jarum suntik dan tindakan-tindakan medis lainnya. 


Semoga postingan ini bermanfaat!


Salam Sayang,