Search This Blog

Awas, IUD Geser Bisa Sebabkan Kehamilan, Begini Tanda-tandanya!

/ September 17, 2019
Pakai IUD tetap hamil? Penyebabnya IUD bergeser! 
Simak tanda-tandanya di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah pakai IUD tapi tetap hamil? Wah, ini sih namanya kebobolan, ya. IUD merupakan alat kontrasepsi yang paling sedikit angka kebobolannya, dan bisa dibilang paling efektif. Sebanyak 99,7 persen wanita sukses tidak hamil lagi saat memakai alkon ini.

Nah, tapi ada juga lho, kasus kebobolan IUD ini. Penyebabnya apa? Salah satu yang sering ditemukan adalah karena IUD yang ada di dalam rahim tersebut bergeser. Ngeri, ya, Sobat Bidan? Tenang, Sobat Bidan akan merasakan 'ada yang tidak beres' kok, jika sampai IUD ini benar bergeser dari tempatnya.

Seperti apa tanda-tandanya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Benang IUD Terasa Lebih Pendek atau Panjang

Di ujung IUD Sobat Bidan bisa mengenali benang atau string yang cukup panjang, ya, dan pada saat pemasangan nanti benang tersebut dipotong, hanya disisakan sedikit saja untuk proses pelepasan nanti. Sepanjang pemakaian IUD, Sobat Bidan akan bisa merasakan benang ini.

Nah, saat IUD bergeser, maka Sobat Bidan akan menyadari kalau benang tersebut terasa lebih pendek atau bahkan lebih panjang, atau justru tidak teraba sama sekali. Ini disebabkan, gesernya posisi tersebut bisa menarik benang IUD lebih dalam ke miss-v atau justru mengeluarkannya.

Benang IUD berubah 

Sakit Ketika Berhubungan

Tanda berikutnya yang kentara jika IUD bergeser adalah Sobat Bidan merasakan sakit saat berhubungan intim, padahal sebelum-sebelumnya tidak. Ini disebabkan, IUD sudah melorot sampai ke leher rahim.

Jika Sobat Bidan tidak merasakannya, bisa jadi pasangan yang merasakan karena bergesekan dengan benang yang semakin melorot tadi.

Perdarahan yang Tidak Normal

Tanda lainnya yang menjadi indikasi IUD bergeser adalah adanya perdarahan. Memang, pemasangan IUD bisa menyebabkan perdarahan ringan, seperti bercak-bercak. Para pengguna IUD tembaga atau non hormonal, biasanya akan mengalami perdarahan atau menstruasi yang lebih berat karena ada gesekan di dinding rahim.
 
Calendar, Date, Dates, Planning, Save To List, Note
Perhatikan jadwal mens
Sedang pengguna IUD hormonal cenderung lebih ringan perdarahannya, bahkan ada yang tidak mens sama sekali. Namun, jika ada perdarahan yang keluar di luar waktu normal, maka Sobat Bidan perlu mewaspadai hal itu sebagai tanda dari bergesernya IUD. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kapan waktu normal menstruasi Sobat Bidan, ya!

Keputihan yang Abnormal

Keputihan yang tidak normal, seperti berwarna keruh dan berbau juga bisa menjadi salah satu tanda bergesernya IUD. Jika mendapati keputihan yang berbau, berwarna keruh, dan tidak biasanya segeralah periksakan diri ke dokter. Karena, selain tanda IUD bergeser, ini juga bisa jadi merupakan tanda infeksi yang lain.

Kram Perut

Kram perut memang kerap dialami para pengguna IUD non hormonal di awal-awal pemakaian. Saat menstruasi, biasanya kram ini akan menjadi. Jika dalam waktu lama kram tersebut menjadi semakin hebat, maka ini perlu diwaspadai sebagai tanda bergesernya IUD.

Kram perut, tanda IUD bergeser
Nah, itu dia beberapa tanda-tanda IUD yang bergeser dari tempatnya semula. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau ke tempat dulu IUD tersebut dipasang, ya. Karena, jika tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan masalah lain seperti infeksi, perdarahan berat sampai anemia, memicu penyakit radang panggul, juga perlukaan pada rahim.

Demikian, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Pakai IUD tetap hamil? Penyebabnya IUD bergeser! 
Simak tanda-tandanya di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah pakai IUD tapi tetap hamil? Wah, ini sih namanya kebobolan, ya. IUD merupakan alat kontrasepsi yang paling sedikit angka kebobolannya, dan bisa dibilang paling efektif. Sebanyak 99,7 persen wanita sukses tidak hamil lagi saat memakai alkon ini.

Nah, tapi ada juga lho, kasus kebobolan IUD ini. Penyebabnya apa? Salah satu yang sering ditemukan adalah karena IUD yang ada di dalam rahim tersebut bergeser. Ngeri, ya, Sobat Bidan? Tenang, Sobat Bidan akan merasakan 'ada yang tidak beres' kok, jika sampai IUD ini benar bergeser dari tempatnya.

Seperti apa tanda-tandanya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Benang IUD Terasa Lebih Pendek atau Panjang

Di ujung IUD Sobat Bidan bisa mengenali benang atau string yang cukup panjang, ya, dan pada saat pemasangan nanti benang tersebut dipotong, hanya disisakan sedikit saja untuk proses pelepasan nanti. Sepanjang pemakaian IUD, Sobat Bidan akan bisa merasakan benang ini.

Nah, saat IUD bergeser, maka Sobat Bidan akan menyadari kalau benang tersebut terasa lebih pendek atau bahkan lebih panjang, atau justru tidak teraba sama sekali. Ini disebabkan, gesernya posisi tersebut bisa menarik benang IUD lebih dalam ke miss-v atau justru mengeluarkannya.

Benang IUD berubah 

Sakit Ketika Berhubungan

Tanda berikutnya yang kentara jika IUD bergeser adalah Sobat Bidan merasakan sakit saat berhubungan intim, padahal sebelum-sebelumnya tidak. Ini disebabkan, IUD sudah melorot sampai ke leher rahim.

Jika Sobat Bidan tidak merasakannya, bisa jadi pasangan yang merasakan karena bergesekan dengan benang yang semakin melorot tadi.

Perdarahan yang Tidak Normal

Tanda lainnya yang menjadi indikasi IUD bergeser adalah adanya perdarahan. Memang, pemasangan IUD bisa menyebabkan perdarahan ringan, seperti bercak-bercak. Para pengguna IUD tembaga atau non hormonal, biasanya akan mengalami perdarahan atau menstruasi yang lebih berat karena ada gesekan di dinding rahim.
 
Calendar, Date, Dates, Planning, Save To List, Note
Perhatikan jadwal mens
Sedang pengguna IUD hormonal cenderung lebih ringan perdarahannya, bahkan ada yang tidak mens sama sekali. Namun, jika ada perdarahan yang keluar di luar waktu normal, maka Sobat Bidan perlu mewaspadai hal itu sebagai tanda dari bergesernya IUD. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kapan waktu normal menstruasi Sobat Bidan, ya!

Keputihan yang Abnormal

Keputihan yang tidak normal, seperti berwarna keruh dan berbau juga bisa menjadi salah satu tanda bergesernya IUD. Jika mendapati keputihan yang berbau, berwarna keruh, dan tidak biasanya segeralah periksakan diri ke dokter. Karena, selain tanda IUD bergeser, ini juga bisa jadi merupakan tanda infeksi yang lain.

Kram Perut

Kram perut memang kerap dialami para pengguna IUD non hormonal di awal-awal pemakaian. Saat menstruasi, biasanya kram ini akan menjadi. Jika dalam waktu lama kram tersebut menjadi semakin hebat, maka ini perlu diwaspadai sebagai tanda bergesernya IUD.

Kram perut, tanda IUD bergeser
Nah, itu dia beberapa tanda-tanda IUD yang bergeser dari tempatnya semula. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau ke tempat dulu IUD tersebut dipasang, ya. Karena, jika tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan masalah lain seperti infeksi, perdarahan berat sampai anemia, memicu penyakit radang panggul, juga perlukaan pada rahim.

Demikian, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Continue Reading
SIDS atau sindrom kematian pada bayi adalah hal yang harus diwaspadai. Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada yang pernah mendengar istilah SIDS? Ini adalah istilah untuk kematian mendadak yang terjadi pada bayi. Seperti apa gejalanya, apa penyebabnya, bagaimana pencegahannya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Pengertian SIDS

SIDS merupakan singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak pada bayi yang usianya masih di bawah satu tahun. Uniknya, SIDS ini bisa terjadi begitu saja tanpa ada gejala apa pun sebelumnya lho, Sobat Bidan!

Kebanyakan, kejadian ini terjadi saat si kecil sedang tidur. Namun demikian, bukan tidak mungkin ini juga bisa terjadi saat bayi dalam keadaan sadar atau sedang tidak tidur.

Penyebab dan Faktor Risiko SIDS

Sampai saat ini, memang belum diketahui secara pasti apakah penyebab dari kematian mendadak pada bayi ini. Namun, hal-hal seperti terjadinya mutasi gen, gangguan pada otak, kelainan fungsi paru dan berat badan lahir yang rendah diduga bisa menyebabkan SIDS.
Baby, Care, Child, Cute, Hand, Face
Jangan biarkan bayi tidur miring 
Selain hal-hal di atas, faktor risiko yang juga bisa menjadi penyebab SIDS antara lain :
  • Bayi yang tidurnya dalam posisi menyamping atau tengkurap. Posisi ini akan membuat si kecil susah bernapas apalagi jika tidurnya di permukaan atau kasur yang terlalu empuk
  • Tidur bersama orangtua. Ini juga bisa menjadi faktor risiko, dikarenakan bayi bisa mengalami kejadian tidak sengaja yang membuatnya tertindih dan susah napas
  • Suhu. Ruangan yang bersuhu terlalu panas dan gerah dipercaya bisa meningkatkan risiko SIDS ini
Faktor risiko dari ibu selama kehamilannya juga bisa menyebabkan SIDS pada bayi, berikut beberapa di antaranya :
  • Ibu yang terlalu muda saat hamil, di bawah 20 tahun
  • Ibu yang merokok selama hamil
  • Tidak kontrol secara rutin ke nakes selama hamil
  • Minum alkohol atau memakai narkoba selama hamil
Woman, Cigarette, Smoking, Smoke, Nicotine, Young
Hindari rokok
Ada juga beberapa faktor risiko lain yang harus diketahui, yaitu :
  • SIDS lebih sering dialami bayi laki-laki
  • Paling rentan terjadi saat usia bayi 2-4 bulan
  • Bayi yang terpapar asap rokok
  • Bayi yang lahir prematur
  • Pernah punya riwayat anak yang meninggal karena SIDS

Pencegahan SIDS

Sindrom kematian mendadak ini bisa dicegah, dengan cara antara lain sebagai berikut :
Baby, Child, Cute, Dad, Daddy, Family
Jangan tidur satu tempat dengan orangtua
  • Sebaiknya tidurkan si kecil dalam posisi telentang di tahun pertamanya
  • Hindari posisi tidur miring dan telungkup untuk mencegah kesulitan napas
  • Jangan menggunakan kasur yang terlalu tebal dan terlalu empuk
  • Hindari meninggalkan mainan yang empuk di tempat tidur bayi
  • Jaga suhu bayi tetap hangat tapi nyaman, jangan terlalu banyak dibalut dengan selimut tebal
  • Sebaiknya kepala bayi tidak dipakaikan apa pun jika tidur di dalam ruangan
  • Hindari tidur satu tempat dengan orangtua, sediakan space khusus untuk si kecil
  • Berikan ASI adekuat dan eksklusif
  • Penuhi kebutuhan imunisasi si kecil
Nah, itu dia pembahasan tentang SIDS atau sindrom kematian mendadak pada si kecil. Bagaimana, tips pencegahannya mudah dilakukan ya, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Tips agar ASI lancar, bagaimana, ya? Gak susah kok, Sobat Bidan!


Tips agar ASI lancar- Satu masalah yang paling sering dialami oleh seorang ibu baru adalah masalah menyusui. Benar ya, Sobat Bidan? Pasti ada saja keluhannya, seperti ASI yang tidak lancar, payudara sakit, dan sebagainya.

Nah, di postingan kali ini kita akan membahas persoalan ASI yang tidak lancar keluar. Kasihan ya, kalau si kecil rewel terus lantaran produksi ASI yang tidak lancar? Jangan panik dulu Sobat Bidan, lakukan tips agar ASI lancar berikut ini!

Bersihkan dan Pijat

Nah, tips pertama adalah bersihkan puting payudara dan lakukan pemijatan di area payudara. Sebaiknya, ini dilakukan sejak dini, yakni saat kehamilan sudah memasuki trimester tiga. 

Sobat Bidan bisa menggunakan baby oil untuk membersihkan puting, terutama di pangkalnya. Lakukanlah dengan cara memilin-milin puting terutama di bagian lipatannya sebelum mandi. 

Selain itu, melakukan pemijatan payudara juga akan memperlancar aliran darah. Ini juga akan membantu merangsang produksi ASI. Kita akan membahas teknik pemijatan payudara ini di postingan Nifas selanjutnya, ya!

Susui Bayi Sesering Mungkin

Family, Breastfeeding, Mom, Dad, Son
Susui bayi secara on demand
Menyusui bayi secara on demand (setiap bayi minta langsung disusukan) adalah upaya yang paling bagus untuk memperlancar produksi ASI. Isapan bayi akan merangsang hormon prolaktin yang berpengaruh untuk produksi ASI.

Jika dilihat dari jadwalnya, bayi baru lahir harus disusui antara 2-3 jam sekali, siang ataupun malam hari. Lakukan hal ini secara rutin, meski bayi sedang tidur, maka bangunkan jika memang sudah jadwalnya menyusu.

Jangan takut akan kehabisan ASI, karena tubuh wanita akan mengikuti prinsip suply and demand, yakni tubuh akan memproduksi ASI sesuai kebutuhan si kecil. 

Dengan rutin memberikan ASI 2-3 jam sekali, maka produksi ASI akan bertambah dalam kurun waktu 3-7 hari karena perintah yang diterima otak untuk menambah jumlah produksi ASI. Sebaliknya, jika ASI jarang diberikan, maka produksinya pun akan semakin berkurang. 

Pompalah ASI

Drink, White, Milk, Goat, Milk Product, Food, Farm
Pompa ASI dan simpan
Salah satu alasan kenapa ASI tidak keluar lancar adalah karena posisi dan teknik menyusui yang tidak benar. Ini biasanya dialami oleh ibu baru yang memang belum berpengalaman menyusui. 

Jika keadaannya demikian, maka pompalah ASI. Tips ini bisa memperlancar keluarnya ASI karena payudara akan terangsang dan tersimulasi, seperti ketika dihisap oleh bayi. Tidak usah mempedulikan seberapa ASI yang keluar, karena tujuannya adalah untuk merangsang payudara saja.

Hal ini juga bisa digunakan untuk mengosongkan payudara jika si kecil tidak menyusu sampai habis. Sehingga, produksi ASI akan diperbarui lagi.

Lakukan Kompres Payudara

Sebelum mulai menyusui bayi, lakukanlah kompres payudara dengan air hangat selama beberapa menit. Selain untuk membersihkan area payudara, kompres ini juga berfungsi untuk melancarkan aliran darah.

Apalagi jika payudara Sobat Bidan terasa keras dan kencang, maka bayi tidak bisa menghisapnya. Dengan kompres air hangat ini, payudara akan melunak dan ASI pun bisa keluar lebih lancar.

Makanlah Makanan yang Memperlancar ASI

Ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui karena bisa memperlancar produksi ASI. Makanan tersebut antara lain daun katuk, pepaya, wortel, bayam, juga havermouth

Selain itu, pare juga dipercaya bisa membuat produksi ASI semakin melimpah. Jika masih bisa diatasi dengan bahan alami, maka sebaiknya hindari penggunaan suplemen atau obat untuk memperlancar ASI. Jangan pantang makan ya, Sobat Bidan!

Perbanyak Air Putih

Beverages, Food Photography, Juices
Perbanyak minum air putih
Jika tidak menyusui Sobat Bidan membutuhkan 1-1,5 liter air per hari, maka saat menyusui yang dibutuhkan adalah dua kali lipatnya. Perbanyak minum air putih antara 2-3 liter atau 10-12 gelas per hari supaya produksi ASI semakin lancar. 

Susui Bayi dengan Cara yang Benar

Posisi menyusui yang salah bisa menghambat pengeluaran ASI karena puting menjadi sakit. Bagaimana cara yang benar? Kita sudah pernah membahasnya di sini ya, Sobat Bidan!

Pilih KB yang Pas

Jika memutuskan untuk ber-KB pasca bersalin, maka pilihlah KB yang tepat untuk busui, yakni yang tidak berpengaruh pada produksi ASI. Apa ya, KB yang paling pas? Yuk, baca di sini!

Syringe, Pill, Capsule, Morphine, Needle, Liquid
Pilihlah KB yang tepat
Nah, itu dia beberapa tips agar ASI lancar yang bisa Sobat Bidan coba. Jangan menyerah untuk memberinya ASI eksklusif, ya! Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Penyebab persalinan lewat bulan, apa saja, ya? Risikonya berbahayakah?

persalinan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Persalinan lewat bulan, istilah apa, ya? Mungkin Sobat Bidan sering menemui atau bahkan mengalami sendiri hal ini. Persalinan lewat bulan adalah persalinan yang meleset dari Hari Perkiraan Lahir atau HPL.

Sudah lewat HPL tapi kok belum ada tanda-tanda melahirkan? Kira-kira apa penyebabnya dan berbahayakah? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Penyebab Persalinan Lewat Bulan

Persalinan lewat bulan sendiri diprediksi bisa dikarenakan berbagai penyebab, seperti :
  • Melahirkan pertama kali
  • Kesalahan penghitungan saat menentukan hari pertama haid terakhir
  • Janin berjenis kelamin laki-laki
  • Ibu hamil yang memiliki masalah obesitas
  • Kesalahan letak plasenta janin
  • Memiliki riwayat yang sama sebelumnya

Risiko Persalinan Lewat Bulan

Adapun risiko dari persalinan yang terlewat bulan ini, di antaranya :

Pregnant Woman, Pregnancy, Baby, Belly
Risiko persalinan lewat bulan
  • Janin menjadi kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan asfiksia, disebabkan fungsi tali pusat yang sudah abnormal
  • Pertumbuhan janin melambat bahkan terhenti, juga disebabkan disfungsi plasenta tadi
  • Ukuran janin sudah terlalu besar sehingga bisa menyebabkan komplikasi lain saat proses persalinan seperti distosia bahu 
  • Jumlah air ketuban berkurang banyak sehingga janin bisa terkena infeksi dan memengaruhi denyut jantungnya
  • Janin bisa secara tidak sengaja menghirup atau menelan mekonium (fases) yang terdapat di air ketubannya dan bisa menjadikan masalah gangguan paru
  • DJJ melambat sehingga terjadi gawat janin
  • Risiko meninggal di dalam kandungan atau saat dilahirkan

Penanganannya Bagaimana?

Jika sudah lewat satu minggu dari HPL, biasanya dokter akan terus memantau kondisi ibu hamil dan janinnya. Persalinan spontan biasanya terjadi sebelum usia kehamilan 42 minggu. Namun jika sudah menginjak UK 41 minggu dan belum juga ada tanda-tanda, kemungkinan pacu oksitosin akan dilakukan.
Baby, Birth, Healthy Baby, Child
Operasi caesar, cara penanganan
Jika serviks sudah siap dan tidak ada komplikasi lain, kemungkinan untuk melahirkan spontan bisa dilakukan. Namun jika tidak, maka tindakan terminasi kehamilan harus segera dilakukan, misal dengan operasi caesar. Ini demi keselamatan ibu dan janin.

Tips untuk Bumil

Jangan tunggu sampai ada tanda-tanda persalinan seperti perut mulas atau bloodshow. Jika memang sudah lewat HPL, segera periksakan kandungan ke bidan atau dokter supaya mendapat penanganan yang jelas. 

Nah, itu dia seputar persalinan lewat bulan yang harus Sobat Bidan ketahui. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pentingnya asam folat untuk ibu hamil, lebih dari sekadar vitamin biasa!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Pentingnya asam folat untuk ibu hamil- Asam folat merupakan vitamin B buatan yang disebut folat. Ini juga merupakan bentuk sintesis dari vitamin B9. 

Asam folat berperan sangat penting untuk memproduksi sel darah merah dan perkembangan tabung saraf bayi. Nah, karena inilah, asam folat menjadi sangat penting dikonsumsi untuk ibu hamil.

Apalagi sih, Bu Bidan, pentingnya asam folat untuk ibu hamil? Yuk, kepoin jawabannya di postingan ini!

Alasan Ibu Hamil Harus Minum Asam Folat

Berikut beberapa alasan mengapa Sobat Bidan yang tengah hamil harus mengonsumsi asam folat.

Untuk mencegah cacat tabung saraf

Seperti sudah disebutkan di atas tadi, ya, bahwa salah satu fungsi dari asam folat adalah untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf. Asam folat akan membantu perkembangan saraf pada janin yang ada dalam kandungan.

Tabung saraf itu nantinya akan tumbuh menjadi sumsum tulang belakang dan juga otak. Dengan asupan asam folat yang cukup, pertumbuhan ini akan terlindungi dan tidak mengalami gangguan. Masa awal pembentukan sistem saraf pusat pun akan berjalan lancar.

Perlindungan janin

Mencegah komplikasi pada bayi

Pentingnya asama folat untuk ibu hamil selanjutnya adalah untuk mencegah komplikasi pada bayi. Asam folat bisa meminimalisir risiko bibir sumbing dan juga sumbing langit-langit. Risiko lahir prematur, keguguran, dan perkembangan buruk dalam kandungan, dan BBLR juga bisa dicegah.

Penting untuk Promil 

Selain untuk ibu hamil, asam folat juga penting untuk promil. Asupan asam folat yang cukup bisa mencegah preeklampsia saat hamil, serangan jantung, kanker, stroke dan alzheimer. 

Untuk membentuk DNA

Asupan asam folat yang cukup juga dibutuhkan untuk memproduksi, memperbaiki serta mengaktifkan DNA. Ini berkaitan dengan genetik bayi. Perkembangan plasenta dan pertumbuhan janin pun tidak akan mengalami kelainan.

Meningkatkan sel darah merah

Selain zat besi, asam folat juga berperan untuk membentuk sel darah merah dalam tubuh ibu hamil. Dengan konsumsi asam folat, jumlah sel darah merah ini dipastikan akan tetap stabil, meski asupan zat besi dikurangi.

Kapan Harus Minum Asam Folat?

Pills, Tablets, Drug, Medical, Nutrient Additives
Waktu yang tepat minum asam folat
Nah, setelah tahu fungsi asam folat di atas, kapan sih, bumil harus segera mengonsumsinya? Ini berkaitan dengan cacat lahir pada bayi yang rentan terjadi antara 3-4 minggu pertama kehamilan. Karena itulah, bumil harus mencukupi asupan folatnya sejak kehamilan awal selama tahap perkembangan awal dari otak dan sumsum tulang belakang janin.

Begitu pula dengan Sobat Bidan yang sedang melaksanakan program hamil, dokter biasanya akan memberi vitamin yang mengandung asupan folat. 

WHO menyarankan, bagi Sobat Bidan yang menjalani promil, maka wajib minum asam folat setiap hari setidaknya sebulan sebelum hamil. Sedangkan bagi ibu hamil, maka sebaiknya mengonsumsi asam folat ini setiap hari. 

Begitu pula dengan setiap wanita usia subur, maka konsumsi asam folat menjadi perlu jika berencana hamil. Konsumsilah asam folat lebih awal sebelum berencana untuk punya anak.

Berapa Dosis Asam Folat yang Tepat?

Mengenai dosisnya, ini menjadi berbeda antara satu wanita dengan lainnya, karena kebutuhan di masing-masing tubuh yang juga berbeda. Kandungan asam folat dalam setiap vitamin atau suplemen pun berbeda-beda.

Karenanya, sebelum mengonsumsi asam folat alangkah baiknya jika Sobat Bidan berkonsultasi lebih dulu pada dokter.

Berikut ini dosis konsumsi asam folat untuk ibu hamil, promil, dan wanita usia subur :
  • WUS dan promil : 0,4 mg/hari
  • Bumil 1-3 bulan : 0,4 mg/hari
  • Bumil 4-9 bulan : 0,6 mg/hari
  • Ibu menyusui : 0,5 mg/hari

Makanan Apa yang Mengandung Asam Folat?

Bread, Candy, Pies
Makanan mengandung asam folat
Selain pada suplemen atau multivitamin, asam folat bisa ditemukan dalam beberapa bahan makanan sebagai berikut :
  • Sayuran berdaun hijau seperti bayam
  • Kacang-kacangan
  • Jeruk
  • Sereal
  • Nasi
  • Roti
  • Pasta

Tanda Ibu Hamil Kekurangan Asam Folat

Ada tanda-tanda yang kentara bagi ibu hamil yang kekurangan asam folat dalam jumlah banyak. Jika kekurangannya sedikit saja, maka kemungkinan tanda-tanda ini tidak akan terlihat. Tanda-tanda tersebut seperti :
  • Anemia
  • Diare
  • Tidak nafsu makan
  • Lemas
  • Berat badan turun
  • Lidah pahit
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar cepat
  • Lemas
  • Mudah marah
Nah, itu dia ulasan mengenai pentingnya asam folat untuk ibu hamil. Bagaimana, Sobat Bidan? Tidak boleh diabaikan lagi ya, sekarang? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Pentingnya suntik TT untuk calon pengantin wanita, wajib diketahui!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada yang sebentar lagi mau melepas masa lajangnya? Selamat berbahagia ya, persiapan mental, fisik juga finansial untuk hari H jangan diabaikan. Utamanya, kesehatan! Jangan sampai jelang hari spesial Sobat Bidan malah ambruk karena kecapekan. 

Salah satu yang tidak boleh diabaikan terkait kesehatan ini adalah suntik TT untuk calon pengantin wanita. Hayo, sudah suntik belum? Kenapa ini menjadi penting? Apa itu suntik TT? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Mengenal Suntik TT

Masih awam dengan suntik ini? Mungkin dulu saat SD Sobat Bidan pernah disuntik TT. Yang di lengan itu, lho, ingat 'kan? Nah, ini pun sama! 

Suntik TT atau Tetanus Toksoid atau sering familier disebut vaksin TT adalah tindakan memasukkan bakteri Tetanus Toksoid yang sudah dilumpuhkan ke dalam tubuh. Dengan suntik ini, tubuh Sobat Bidan akan kebal terhadap infeksi tetanus karena tubuh telah memiliki antibodinya. 

Suntik TT dilakukan di lengan, dengan dosis kecil saja yakni 10 ml. Memang sih, suntik yang satu ini agak sedikit terasa lebih pegal dan nyeri dari suntikan lainnya. Cukup kompres saja dengan air hangat di area lengan yang terasa pegal setelah disuntik.

Tak jarang pula Sobat Bidan akan mengalami semacam meriang pasca suntik TT.  Tak perlu dikhawatirkan ya, itu adalah reaksi ikutan pasca suntik TT dan akan sembuh dengan obat ringan saja. Karena itu, dianjurkan bagi calon pengantin wanita untuk suntik TT setidaknya 3 atau 4 minggu sebelum hari H. 

Apa sih, Penyakit Tetanus?

Vaccination, Doctor, Syringe, Medical, Health, Needle
Untuk cegah tetanus
Tujuan dari suntik TT untuk calon pengantin wanita adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus. Lalu, ini penyakit apa Bu Bidan? Seberapa parah bisa menyerang?

Tetanus merupakan penyakit yang dibawa oleh Clostridium Tetani. Bakteri ini ditemukan di tempat kotor seperti debu, tanah, besi berkarat, kotoran hewan, juga manusia. 

Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka. Kemudian, dia akan mengeluarkan racun yang nantinya bisa merusak sistem saraf serta sumsum tulang belakang.

Jika dibiarkan saja, lambat laun kondisi ini bisa merobek otot, membuat tulang retak, menekan tulang belakang, melemahkan otot-otot pernapasan dan bisa berujung kematian. Ngeri, bukan?

Kenapa Harus TT Sebelum Menikah?

Ini juga pasti menjadi pertanyaan untuk sebagian orang, ya. Kenapa? Karena, saat pasangan menikah dan melakukan hubungan seksual untuk kali pertamanya, miss-v umumnya akan mengalami perlukaan. 

Perlukaan ini terjadi karena robeknya selaput dara ataupun gesekan. Nah, dari perlukaan ini, bakteri tetanus bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan efek seperti di atas tadi. Karena itu, penting sebelum menikah untuk suntik TT supaya tubuh kebal terhadap infeksi bakteri ini. 

Selain itu, suntik TT merupakan prasyarat nikah yang mesti dilampirkan saat mengajukan ke KUA. Memang, peraturan ini sudah dibuat sejak tahun 1986 silam karena pentingnya suntik TT. 

Jadwal Suntik TT

Seumur hidup, seseorang diharuskan suntik TT sebanyak 5 kali supaya kebal dari bakteri ini. Berikut jadwalnya :
  • TT 1 : Satu bulan atau minimal 2 minggu sebelum menikah, masa perlindungannya adalah nol tahun
  • TT 2 : 1 bulan setelah TT 1, ini akan efektif melindungi sampai 3 tahun ke depan
  • TT 3 : 6 bulan setelah TT 2, efektif melindungi sampai 5 tahun berikutnya
  • TT 4 : 12 bulan setelah TT 3, efektif melindungi sampai 10 tahun ke depan
  • TT 5 : 12 bulan setelah TT 4, mampu melindungi sampai 25 tahun berikutnya

Di mana Bisa Suntik TT?

Doctor, Op, Medical, Operation, Hospital, Instrument
Suntik TT bisa di Bu Bidan
Sekarang sudah tidak ragu lagi, 'kan, untuk suntik TT? Di mana bisa dilakukan? Di RS bisa, di Puskesmas bisa, di praktik bidan mandiri juga bisa, kok!

Nah, itu dia beberapa hal yang berkaitan dengan pentingnya suntik TT untuk calon pengantin wanita. Benar-benar tidak boleh diabaikan, ya! Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


KB untuk ibu menyusui apa, ya yang paling tepat dan tidak mengganggu ASI? 
Di sini jawabannya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Setelah bersalin bingung mau pakai KB apa? KB untuk ibu menyusui apa, ya? Biasanya ini nih, yang bikin bingung. Karena, selain untuk mengantisipasi adanya pembuahan lagi, KB tersebut juga tidak boleh mengganggu produksi ASI. Betul tidak, Sobat Bidan?

Memang, KB pasca bersalin terutama bagi busui haruslah alkon yang tidak mengganggu ASI. Memang ada, Bu Bidan? Jelas ada dong, simak postingan ini sampai selesai supaya Sobat Bidan tahu KB untuk ibu menyusui yang paling tepat!

Metode Amenorhea Laktasi (MAL)

Nah, ini dia KB yang paling dianjurkan setelah bersalin. Dengan ini, Sobat Bidan tidak perlu minum apa pun atau menggunakan alat apa pun untuk ber-KB. Sobat Bidan hanya perlu memberi ASI secara eksklusif sampai 6 bulan pertama. 

Sesuai dengan deskripsinya, MAL ini hanya efektif sampai 6 bulan saja, ya. Selain itu ada syarat lain pula seperti ibu harus menyusui secara eksklusif dan on demand (lebih kurang 8x sehari dengan rentang waktu antara 4 jam), umur bayi kurang dari 6 bulan, dan ibu belum mendapat menstruasi lagi pasca bersalin. 

Jika syarat tersebut sudah gugur salah satunya, maka MAL sudah tidak efektif lagi. 
MAL, paling efektif hanya dalam 6 bulan

Suntik Progestin

Kalau dengan MAL merasa kurang mantap, Sobat Bidan bisa menggunakan KB suntik progestin atau KB suntik 3 bulan. Kandungan dalam KB ini tidak akan mengganggu produksi ASI, yaitu hanya progesteron saja.

Untuk waktunya, 6 minggu setelah bersalin adalah waktu yang paling pas untuk mulai menggunakan KB ini untuk ibu yang menyusui. Sedangkan jika tidak menyusui, Sobat Bidan bisa segera ber-KB suntik 3 bulan ini langsung setelah bersalin. 

Tentang KB suntik 3 bulan dan efek sampingnya, bisa dibaca di sini, Sobat Bidan!

Pil Mini

Jika Sobat Bidan lebih suka metode yang satu ini, maka pil mini adalah salah satu pilihan tepat KB untuk ibu menyusui. Pil mini adalah pil yang hanya berisi 21 butir tanpa pil plasebo. Sama halnya dengan suntik 3 bulan, pil mini juga hanya mengandung progesteron saja. Karena itulah pil mini tidak akan mengganggu produksi ASI.

Kb pil memang tidak pernah salah

Untuk ibu menyusui, bisa mulai menggunakan KB ini setelah 6 minggu pasca bersalin. Jika tidak menyusui, Sobat Bidan bisa menggunakannya segera setelah bersalin. Untuk tatacara minum pil KB, baca di sini, ya!

Intra Uterine Device atau IUD

Nah, yang satu ini jelas pilihan aman bagi ibu menyusui yang ingin ber-KB tanpa mengganggu ASI. IUD atau AKDR adalah kontrasepsi non hormonal, artinya tidak akan berpengaruh apa-apa pada kondisi hormonal Sobat Bidan.

Karena inilah KB IUD efektif sekali bagi busui. Pemasangannya bisa dilakukan langsung usai proses persalinan, tepatnya kira-kira 10 menit - 48 jam pertama pasca lahir ari-ari pada persalinan normal dan dipasang langsung pada persalinan caesar. 

Jika Sobat Bidan ingin memasang IUD pada masa nifas, maka waktu yang tepat adalah 4 minggu - 6 minggu atau 42 hari setelah bersalin. Pemasangan IUD lebih dari 48 jam sampai 4 minggu pasca bersalin tidak dianjurkan karena berisiko mengalami perforasi dan ekspulsi rahim. 

Kondom

Kondom efektif untuk Kb busui
Jika tidak ingin repot-repot, maka metode KB sederhana yang satu ini juga bisa dicoba. Kondom efektif sampai 85% mencegah kehamilan, juga bisa mencegah penyakit menular seksual. Karena KB ini non hormonal, tentu saja pemakaiannya tidak akan berpengaruh pada pengeluaran ASI.

Kontrasepsi Mantap 

Kontap adalah kontrasepsi permanen. Artinya, tidak bisa lagi kesuburan pemakainya dikembalikan. Seperti yang sudah diketahui, ada dua macam kontap yakni Tubektomi atau kontap untuk wanita dan Vasektomi atau kontap untuk pria. 

Karena bersifat permanen, Kb ini tentunya punya banyak persyaratan demi kebaikan penggunanya sendiri. Jelas, kontap adalah KB yang tidak berpengaruh pada produksi ASI. Kita akan bahas lebih dalam di ulasan KB selanjutnya, ya!

Nah, itu dia beberapa KB untuk ibu menyusui yang efektif dan tidak mengganggu produksi ASI. Bagaimana, Sobat Bidan, sudah memutuskan mau pilih yang mana? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Bayi berenang usia berapa? Apa saja tips supaya aman dan nyaman? 
Simak di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Mengajak bayi berenang usia berapa ya, tepatnya? Mengajak si kecil berenang memang mengasikkan, ya, Sobat Bidan. Memang, berenang punya banyak manfaat lho, untuk bayi! Beberapa manfaat berenang untuk si kecil tersebut, antara lain :
  • Meningkatkan kemampuan motorik dan keseimbangan si kecil
  • Bisa lebih cepat mempelajari gerakan menggenggam dan menjangkau benda
  • Aspek mental dan fungsi kognitif berkembang lebih baik
  • Merangsang jutaan saraf baru pada otak
Berdasarkan penelitian, bayi yang sering diajak berenang akan lebih cepat perkembangannya. Mereka akan lebih cepat bicara hingga 11 bulan di atas usianya. Kemampuan berhitung pun lebih cepat hingga 6 bulan di atas usianya, dan memiliki pemahaman soal arah sampai 20 bulan di atas usianya. 

Hal ini disebabkan, ketika mereka turun ke air, maka tubuhnya akan secara naluriah bergerak seperti menendang atau mengayuh lengannya. Inilah yang akan menumbuhkan saraf-saraf otak yang baru.

Bayi Berenang Usia Berapa?

Ini tentu tidak boleh sembarangan ya, Sobat Bidan. Bayi baru diperbolehkan berenang ketika usianya sudah mumpuni.

Menurut penelitian, bayi baru boleh diajak berenang saat usianya sudah menginjak satu tahun. Ini pun hanya sekadar untuk pembiasaan di dalam air saja. 


Tentunya, Sobat Bidan juga harus memperhatikan tumbuh kembang si kecil untuk mulai mengajaknya berenang. Karena tumbuh kembang seorang anak pasti berbeda-beda. Untuk usia yang ideal adalah saat anak sudah berusia empat tahun.

Tips Mengajak si Kecil Berenang

Nah, untuk mengajak si kecil berenang ada juga tipsnya, ya. Sobat Bidan harus memastikan bahwa si kecil aman dan nyaman. Berikut beberapa di antaranya :

Biasakan dengan Berendam Lebih Dulu

Ini penting sebelum mengajak si kecil berenang. Sering-seringlah merendam bayi di kolam karet yang kecil. Ini bertujuan untuk membiasakan dirinya dengan air.

Suhu Kolam Harus Hangat

Tips kedua adalah dengan memastikan suhu air di kolam hangat. Suhu yang ideal untuk si kecil adalah 32 derajat celsius. Mengajaknya berenang di bawah sinar matahari juga bisa untuk menjaganya tetap hangat. Jangan lupa siapkan susu atau air putih hangat untuknya setelah selesai berenang.

Jangan Pakai Pelampung

Kenapa? Dengan pelampung, posisi si kecil akan cenderung mengambang dengan tegak. Padahal, posisi berenang yang baik adalah dengan berbaring. Pelampung juga hanya akan memberikan kenyamanan palsu pada si kecil dan membuat gerakannya jadi tidak leluasa.

Pakai Popok Khusus

Sekarang sudah ada popok sekali pakai khusus untuk berenang si kecil. Popok ini tidak akan bocor di dalam air, meski si kecil sudah pipis atau pup.

Child, Clear Water, Fun, Kid, Leisure, Little, Swimming

Ikut Berenang

Sebagai orangtua, Sobat Bidan tentu ingin memberi dukungan moral pada si kecil. Lakukan hal itu dengan ikut berenang atau setidaknya turun ke kolam bersamanya. Ini akan membuat si kecil merasa lebih aman dan nyaman. 

Pegang si Kecil

Menahan bagian belakang kepala dan pantat si kecil yang berbaring telentang di kolam adalah posisi terbaik baginya untuk belajar berenang. Saat dia sudah nyaman, Sobat Bidan bisa menggendongnya dengan cara memegangi bagian bawah lengan atau ketiak. Kemudian, ayunkan tubuh si kecil agar dia belajar menendang-nendang.

Untuk mengajarinya menyelam, cukup dengan mencontohkan membuat gelembung di dalam air. Si kecil pasti akan mengikuti hal itu selain secara naluri dia juga pasti akan belajar menahan napas. Ini akan menghindarkannya tersedak air. 

Ingat Waktu

Untuk tahapan awal, 10 menit berendam saja sudah cukup untuk membuat si kecil terbiasa. Keluarlah dari kolam sampai beberapa saat, kemudian baru masuk lagi. Jangan sampai bayi berada di kolam sampai 30 menit. Ini penting untuk menghindarkannya dari kedinginan atau iritasi kulit karena bahan kimia yang ada di kolam renang. 

Itu dia seputar tips untuk mengajak si kecil berenang, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Bengkak pasca bersalin memang wajar, bagaimana cara mengatasinya, ya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Setelah kemarin kita bahas berbagai penyebab bengkak setelah melahirkan di sini, sekarang kita cari tahu yuk, bagaimana sih, penanganan terhadap bengkak tersebut? Tentunya, Sobat Bidan ingin segera 'kempis' dari kebengkakan tersebut, bukan?

Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Makanlah Makanan yang Sehat

Meski terdengar sangat umum, tapi percayalah makan makanan sehat adalah solusi terbaik untuk kesehatan tubuh. Tak hanya selama kehamilan saja, namun Sobat Bidan juga harus tetap mengonsumsi makanan sehat pasca bersalin.

Fungsinya tentu bukan hanya untuk memperlancar produksi ASI dan mempercepat pemulihan tubuh. Ternyata, makan makanan sehat ada pengaruhnya untuk tubuh yang membengkak setelah melahirkan.

Sobat Bidan dianjurkan untuk makan makanan yang banyak mengandung protein juga karbohidrat kompleks. Serat dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar juga penting sekali. Makanan kaya kalium seperti ubi manis, kentang, jus jeruk, brokoli, dada ayam, tuna, kismis, susu sapi rendah lemak dan pisang juga bisa membantu mengurangi pembengkakan.

Fruit, Fruits, Fruit Salad, Fresh, Bio, Healthy, Heart
Makanan yang sehat
Makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung natrium tinggi seperti makanan cepat saji dan olahan. Natrium bisa membuat bengkak semakin parah, lho!

Cukupi Kebutuhan Cairan

Dalam artian, minumlah banyak air putih. Dalam keadaan tidak nifas, kita dianjurkan minum antara 1-1,5 liter. Bagi ibu nifas, aturannya menjadi antara 1,5-2,5 liter air putih per harinya.

Ini bukan hanya untuk merangsang ASI, tapi juga bagus untuk mengempiskan badan yang bengkak. Dengan minum air putih sesering mungkin, Sobat Bidan jadi akan bolak-balik pipis. Cairan di dalam tubuh pun akan keluar bersama dengan urine.

Olahraga, dong!

Woman, Relaxation, Portrait, Recreation, Lifestyle
Olahraga bisa mengurangi bengkak
Olahraga ringan seperti senam nifas akan banyak membantu Sobat Bidan. Selain memaksimalkan pemulihan tubuh dan mobilisasi, olahraga ringan juga bisa membantu mengurangi bengkak.

Keringat yang keluar dari tubuh ketika olahraga ini akan dengan efektif mengempiskan tubuh kembali. Tapi, perlu diperhatikan juga bagi Sobat Bidan yang melahirkan dengan caesar, konsultasikan dulu olahraga apa yang tepat dengan dokter, ya.

Angkat Kaki Lebih Tinggi Saat Berbaring

Ini juga cara yang bisa Sobat Bidan lakukan untuk mengurangi bengkak, lho. Saat berbaring seperti sedang menyusui atau tidur, angkatlah kaki lebih tinggi dari panggul. Tahan posisi ini selama kurang lebih 30 menit.

Sobat Bidan boleh kok, menyenderkan kedua kaki ke tembok dalam posisi terangkat ini. Menyangga pinggul dengan bantal yang empuk juga akan membuat semakin nyaman. 

Jangan berdiri terlalu lama, juga jangan menyilangkan kaki saat duduk. Ini bisa memicu bengkak lebih parah karena aliran darah jadi tersumbat. 

Pijat

Wellness, Massage, Relax, Relaxing, Woman, Spa
Pijat bisa mengurangi bengkak
Cara ini juga bisa mengempiskan pembengkakan. Sering-seringlah memijat bagian yang bengkak dengan lembut, bisa dengan minyak zaitun atau yang lain. Ini bisa merilekskan Sobat Bidan, membuat aliran darah makin lancar dan mengurangi pembengkakan.

Nah, itu dia beberapa cara untuk mengurangi pembengkakan pasca bersalin. Bagaimana, gampang dipraktikkan ya, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,